Park
Jae Soon POV
Hari ini adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu
sejak 1bulan lalu setelah ayahku menawarkan dan menyatakan akan menguliahkanku
di universitas Seoul, Korea Selatan. Kenapa begitu senang? Karena itu adalah
impian ku sejak 4 tahun lalu. Ya, aku ini orang Indonesia asli, Park Jae Soon
adalah nama Korea ku, dan aku memutuskan untuk memakai nama itu selama di Korea
nanti. Umurku 20 tahun. Aku sudah
mengenal dan mengagumi gelombang hallyu sejak 4tahun yang lalu. Dan kau tahu
aku ini ELF! Everlasting Friend! Hoho… tentu saja aku sangat senang bisa ke
Korea karena aku bisa sering bertemu SUPER JUNIOR! OMG I can’t wait for the day!
Ayah mempunyai kerabat dekat di Seoul sana dan sudah
memberitahukan bahwa aku akan ke Seoul dan berkuliah di sana selama
kurang-lebih 3-4tahun. Kerabat ayah sangat tidak keberatan dengan akan adanya
aku di rumah mereka, karena ku dengar mereka hanya mempunyai 2 anak laki-laki
dan ingin merasakan mempunyai anak perempuan, mungkin aku akan diurus baik oleh
mereka, mungkin. Haaahh…. rasanya sudah tidak sabar merasakan sejuknya kota
Seoul.
-flash back-
Hari senin adalah hari yang sangat melelahkan
bagiku. Kenapa begitu? Dari semua hari, hanya hari senin yang membuatku cukup
menguras otak dan tenaga. Kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore siapa yang
tidak cape? Pulang dari kampus aku sangat lemas, sangat malas rasanya berbicara
dengan orang rumah. Setelah 1jam berdiam dan hanya bermalas-malasan di kamar,
aku putuskan untuk pergi mandi. Ketika keluar kamar, ayah tiba-tiba
memanggilku, tidak seperti biasanya.
“Jae soon kemarilah, ayah mau bicara” panggil ayah
dari ruang keluarga saat terdengar suara pintu kamarku terbuka. Aku langsung
menuju ruang keluarga, malas untuk menjawab karena merasa sangat lelah sekali
>_<
“Jae-a apa kamu ingin kuliah di Seoul?” Kenapa ayah
tiba-tiba menanyakan hal itu? Aku memang pernah mengatakan kalau aku ingin
berkuliah di Seoul, tapi itu sudah 1 tahun lalu aku mengatakan itu.
“Hah? Ya tentu mau yah! Siapa yang tidak mau kuliah
di Seoul, itukan memang impian ku sejak 4tahun lalu” sambut sumringah dariku.
“Sungguh? Apa kalau kau kuliah disana nilaimu anak
meningkat?” Ini kenapa tiba-tiba menjadi seserius ini ayah berbicara? Tidak
seperti biasanya.
“Ya mungkin saja meningkat” Jawabku sekenanya.
“Kau ingin mengambil jurusan apa disana jika kau
benar-benar kuliah disana?”
“Mungkin mengambil Sastra lagi. Sastra Korea yang
akan aku ambil nanti, karena les bahasa Korea di Indonesia itu tidak cukup.
Ayah kenapa tiba-tiba nanya itu? Apa ayah akan menguliahkanku di Seoul?”
tanyaku penasaran pada ayah.
“Jika kau ingin sekali dan ingin meningkatkan
prestasi kamu, ayah tidak akan melarang dan akan mendukungmu. Jika ingin, ayah
akan mendaftarkanmu di universitas Seoul sana dengan jurusan sastra Korea” DEG!
Apa???? Semalam aku mimpi apa?? Kenapa ayah tiba-tiba seperti ini?? Umpatku
dalam hati dengan ekspresi yang sangat terkejut. “Ayah punya teman dekat disana
dan kau akan tinggal dirumah teman ayah” mendengar penuturan ayah, aku mematung
tidak tahu mau mengatakan apa.
“Ayah serius? Ayah tidak bohong? Ayah jangan membuat
aku senang dan tiba-tiba gondok dengan bualan ayah itu…” Cibirku pada ayah.
“Tentu saja ayah serius. Ayah tidak pernah
bermain-main jika itu menyangkut pendidikan anak ayah sendiri” omel ayah
sedikit kesal kelihatannya karena aku tidak percaya kepadanya. “Bulan depan kau
akan berangkat, jadi persiapkan apa saja yang harus di bawa. Ingat, disana
masih musim dingin, jadi bawa jaketmu yang banyak kalau perlu beli yang baru”
aku semakin mematung mendengar penuturan ayah barusan. Bulan depan?? Oh Gosh!
Mimpi apa aku semalam?
“ooo..” hanya itu yang bisa ku keluarkan dari
mulutku.
“Yasudah, mandi dulu sana ayah menghubungi teman
ayah dulu memastikan kalau bulan depan kau akan berangkat” ucap ayah sambil
mengotak-atik handphone nya. Mungkin sedang mencari contack teman ayah? Entahlah,
yang jelas perasaanku sedang dilanda antara senang, bingung, dan tidak percaya.
Aku segera meluncur ke kamar mandi. Selama mandi pikirianku sangat tidak tenang
memikirkan dan mencerna apa yang tadi ayah katakan tentang aku akan kuliah di
Seoul.
-flashback END-
Hari ini aku sudah berada di bandara Soekarno Hatta
untuk berangkat menuju Seoul. Ayah, ibu, adik laki-lakiku dan beberapa
saudaraku ikut mengantarku dan menunggu pesawat. Aku gugup sekali karena untuk
pertama kalinya berangkat ke luar negeri sendirian, tapi di Seoul sana teman
ayah akan menjemputku.
Panggilan untuk penumpang yang akan berangkat menuju
Seoul pun telah berkumandang. Aku segera bergegas menuju pintu masuk. Sebelum
itu, aku pamit dan berpelukan dengan sanak saudaraku tidak lupa dengan kedua
orang tuaku juga adikku. Nangis? Tentu iya, aku akan sangat merindukan mereka
untuk 3-4 tahun kedepan.
==========
-Incheon Air Port-
“Wuuuaaaahhhh!!!!
Seoul! Oh my God…. Aku masih tidak
percaya aku sudah berada di Seoul sekarang!” kagumku setelah keluar dari gath
pesawat. Orang-orang melihat aneh kearahku mungkin berpikiran aku ini aneh?
Haha masa bodo yang jelas aku sangat senang! Tapi ngomong-ngomong dimana teman
ayah? Kok tidak kelihatan batang hidungnya? Bagaimana kalau tidak menjemputku?
Takutku sambil celingak-celinguk mencari seseorang, yang benar saja, bertemupun
aku belum pernah dengan teman ayahku itu. Hanya sekali menghubinginya lewat
telepon.
Tidak lama setelah aku
menunggu ditempat yang sudah ditentukan Tak Wu Man ahjussi karena mungkin takut
aku kesasar di Incheon nantinya. Ada laki-laki yang mungkin seumuran dengan
ayah mendekatiku, takut? jelas iya takut sekali. Baru pertama kali keluar
negeri sendirian dan dihampiri orang asing? Aku sedikit mundur dan menunduk
karena takut.
“Kau… Jae Soon? Park
Jae Soon? Anak dari Park Min Jung?” Tanya laki-laki itu dengan menggunakan
bahasa Indonesia sambil melihat ke smartphonenya.
“Ya? I iya.. anda
siapa?” tanyaku gugup karena sungguh aku takut sekali. Takut di culik.
“Oh benarkah? Wuah
akhirnya ketemu juga! Ini saya om Wu Man teman ayahmu itu. Dan dilihat dari
foto ini sepertinya lebih cantik aslinya” sapa Wu Man ahjussi sambil tersenyum.
Haha dasar om om genit, tapi aku tahu dia hanya bercanda.
“Benarkah ini om Wu Man?”
tanyaku masih tidak percaya.
“Iya benar ini om.
Selamat datang di Seoul!” senyum lebar Wu Man ahjussi menyambutku. Aku hanya tersenyum
tipis.
“Oya, ayo kita kerumah”
ajak beliau.
“Ne…” jawabku sambil
tersenyum.
Aku dijemput dengan
menggunakan mobil pribadi sekaligus supirnya. Aku dengar dari ayah, om Wu Man
cukup kaya. Mungkin aku akan hidup senang selama 4tahun kedepan hoho...
“Om dengar dari ayah
kau sudah pernah belajar bahasa Korea? Apa sudah lancar?” Tanya Wu Man ahjusi memulai
pembicaraan.
“Iya om pernah, hanya
beberapa bulan saja dan itu sangat membingungkan” jawabku dengan ekspresi
canggung.
“Jadi kau kesini tidak
bisa berbicara Korea? Bagaimana bisa kau berkomunikasi nanti?” ledek Wuman
ahjusi.
“Itulah om yang aku
pikirkan sejak satu bulan lalu. Tapi aku bisa bahasa Inggris cukup fasih”
jawabku sedikit berbohong. Memang betul aku kuliah di sastra Inggris, tapi
berbicara dengan fasih itu masih jauh dengan kata iya. Namun berbohong demi
kebaikan diri tidak apa-apakan?
“Oh ya om lupa kalau
kamu di Indonesia kuliah sastra Inggris” sambut ramah Wu Man ahjussi. “Selama
di Seoul kau akan di temani oleh anak om, dia laki-laki emang, tapi jangan
takut karena dia orangnya baik dan om sudah memberitahu dia kalau akan ada kamu
kesini, dan om hawatir kau akan kesulitan berkomunikasi dengan orang-orang
disini” tuturnya lagi. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum kepadanya. Aku
dengar dari ayah kalau anaknya om Wu Man itu bekerja di perusaah artis Korea
dan jadi manager artis. Detailnya aku tidak tahu karena ayah hanya tahu itu
saja -___-
“Om dengar dari ayahmu
kalau kamu sangat menyukai Super Junior, apa itu benar?” Tanya Wu Man ahjussi
lagi.
“Hehe iya om..” jawabku
sambil nyengir senang.
“Kau
tahu anak laki-laki om kerja dimana?”
“Tahu
om, kata ayah, Young Joon oppa bekerja di perusahaan artis Korea dan jadi
manager artis” jawabku sekenanya.
“Iya betul. Dan kau
tahu dimana ia bekerja?” Tanya nya lagi.
“Tidak om. Ayah hanya
memberi tahuku itu saja” Jawabku lagi.
“Young Joon bekerja di
label perusahaan SM Entertainment” Jang jaaanng….. seketika aku melongo mendengar
penuturan om Wu Man. “Tidak usah sekaget itu…” Tawa om Wu Man.
“Eh ehm.. yang benar
om?!! Aku hanya sedikit kaget saja om…” Elak ku.
“Nanti kau tanya
sendiri pada Young Joon. Om sudah mengatakan bahwa akan ada kau kesini, dan dia
sepertinya tidak keberatan menjadi kamusmu selama di Seoul” tuturnya sambil
tertawa.
Selama perjalanan
menuju kediaman Tak Wu Man ahjussi aku terus mendecak kagum karena melihat
gedung-gedung yang ada di kota Seoul. Rumah Wu Man ahjussi terletak di pertengahan
kota Seoul.
30 menit lebih perjalanan
dari Incehon air port akhirnya aku
sudah sampai di kediaman beliau. Sekali lagi, aku mendecak kagum. Bagaimana
tidak, rumahnya lebih besar dari rumahku, 2 lantai dan memiliki taman yang luas
untuk parkir mobil. Aku disambut hangat oleh istri Tak Wu Man ahjusi. Dia cantik,
orang Korea asli sih…
Setelah mengeluarkan
koper-koperku dari bagasi mobil, aku dibantu oleh pelayan rumah ini membawanya
kedalam kamarku, aku membawa 3 koper besar dan jangan tanya aku membawa apa
saja hoho.. Hidup 4 tahun di negara orang bukanlah sebentar jadi aku
memepersiapkan dengan baik.
“Ini akan menjadi
kamarmu selama kamu tinggal disini, nikmatilah dan anggap rumah sendiri. Jangan
sungkan-sungkan bila membutuhkan sesuatu” tunjuk Tak ahjumma padaku dengan
menggunakan bahasa Indonesia yang terdengar lucu dengan logat Koreanya.
“Ne ahjumma..
gamsahamnida” jawabku menggunakan bahasa Korea ku.
“Ahjumma? Jangan
panggil aku dengan ahjumma. Panggil aku tante Su Bin” jawabnya dengan tegas.
“Eo? Mianhae tante…
Jeongmal mianhae” jawabku merasa bersalah salah sambil membungkukan diri
padanya.
“Aah.. gwaenchana Jae
Soon-a.. Kau sangat manis sekali..” Pujinya terhadapku, aku hanya hanya
tersenyum malu mendengar pujian dari tante Su Bin. “Oke silahkan masuk dan
istirahatlah kemudian nanti turun kebawah untuk dinner. Annyeong~” suruhnya sambil tersenyum.
“Ne tante, terima kasih..” jawabku ramah sambil menutup pintu kamarku.
Author POV
Setelah menutup pintu
kamarnya, Jae Soon membalikan dirinya dan berdecak kagum dengan perabotan yang
disiapkan baik oleh keluarga Tak. Apa mereka menyiapkan ini semua untukku?
pikirnya dalam hati. Jae Soon berkililing menulusuri kamar barunya yang akan ia
tempati selama tinggal di Seoul. Kamarnya berada tepat menghadap kolam renang
pribadi milik keluarga Tak Wu Man dan mempunyai empat jendela. Dengan kasur
yang luas, meja rias, lemari yang besar, meja belajar, dan kamar mandi dengan bath up yang berada didalam kamarnya.
Memungkinkan kalau ia akan betah didalam kamar itu. Setelah berkeliling kamar,
ia memutuskan untuk membereskan barang bawaannya ke dalam lemari.
Park Jae Soon
POV
“Selesai!!!! Wuah akhirnya selesai juga
membereskan semua barang bawaan ku” teriakku saat selesai menyimpan barang-barangku
ke tempat yang semestinya.
Setelah membereskan
barang bawaanku, kuputuskan untuk pergi mandi.
Setelah sudah selesai
mandi dan memakai baju santai, aku turun kebawah menuju dapur untuk menemui
tante Su Bin. Rumah ini sepi sekali, pada kemana anak-anaknya? Setelah sampai
di dapur, aku melihat tante Su Bin sedang memotong-motong sayuran yang dibantu
oleh seorang wanita paruh baya, mungkin pembatunya. Tante Su Bin menyadari
kehadiranku dan langsung menyambutku.
“Annyeonghasaeyo tante”
sapaku.
“Eo? Annyeong Jae~”
sapanya ramah sambil tersenyum. Wanita paruh baya yang sedari tadi sibuk memasak
sesuatu itu pun menoleh ke arahku kemudian tersenyum dan membungkukan dirinya,
ku balas juga demikian.
“Tante, anak-anak tante
pada kemana? Kok sepi sekali dirumah ini?” tanyaku sambil duduk di kursi pantry.
“Anak tante yang
pertama Young Joon sedang bekerja dan pulangnya selalu larut malam, terkadang
tidak pulang dan menginap dirumah temannya. Anak tante yang kedua dia sedang
kuliah di London dan mungkin akan kembali 3 tahun lagi. Rumah ini sangat sepi
di siang hari, pada malam haripun terkadang begitu, makanya tante sangat senang
jika akan ada anak perempuan dari teman suamiku yang akan kuliah di Seoul dan
akan tinggal disini” jawabnya yang awalnya terlihat sedih kemudian tersenyum
saat melihatku. “Kau tahu tante selalu kesepian, semua anak tante laki-laki dan
terkadang tante selalu pergi keluar dengan teman tante untuk sekedar ke salon”
jawabnya lagi sambil matanya terlihat seperti membayangkan sesuatu.
Makan malam pun tiba,
aku duduk dimeja makan sebelah Wu Man ahjusi dan didepan Su Bin ahjuma. Makan malam
yang sangat sunyi dan tenang. Tidak seperti dirumahku yang selalu ribut dengan
adik laki-lakiku. Ngomong-ngomong soal rumah, aku belum mengabari orang tuaku
kalau aku sudah sampai Seoul. Haha mereka pasti sedang memikirkanku.
“Young Joon oppa belum pulang
om?” tanyaku saat menyadari Young Joon oppa anak sulungnya yang belum terlihat
batang hidungnya.
“Dia sepertinya akan
pulang larut lagi. Nanti om kasih tahu kalau sudah pulang” jawabnya sambil
tersenyum.
Setelah selesai makan
malam, aku ikut membereskan bekas-bekas piring kotor namun tiba-tiba tante Su Bin
melarangku. “Jae Soon jangan, biarkan para pelayan saja yang mengerjakan
arraseo? Kalau sudah selesai kau pergi tidur saja, besok Young Joon akan
mengajak mu jalan-jalan keliling Seoul sebelum minggu depan kau mulai kuliah”
tutur tante Subin padaku.
Aneh sekali, aku kan
hanya tidak enak saja karena merasa menumpang dirumah ini, masa aku tidak
mengerjakan apa-apa.
“Ne tante.. jaljayo om,
tante Jae Soon tidur duluan” sapaku pada mereka berdua yang sedang bersantai di
ruang keluarga.
“Ne jaljayo Jae Soon-a”
sahut mereka berdua sambil tersenyum padaku. Kemudian aku langsung menuju
kamar.
Malam pertama aku tidur
ditempat orang dengan kasur yang sangat luas, terasa kesepian sekali. Walau
dirumah ku juga memang aku tidur sendiri tetapi tidak dengan kasur yang sebesar
ini. Ngomong-ngomong aku belum mengabari mereka. Kulihat jam sudah pukul 10
malam, itu artinya di Indonesia masih jam 8 malam. Kuputuskan untuk menelpon
ayah.
Tuutt… tuutt…
“Hallo. Jae-a kenapa
baru menelpon? Ayah mau menelponmu tapi tidak tahu nomor hp mu yang di Korea”
protes ayah di balik hp sana.
“Ayah kenapa tidak
menyambutku malah memarahiku begitu?” jawabku sambil cemberut dan aku yakin
ayah tahu kalau aku sedang cemberut karena nada bicaraku sedikit manja.
“Ayah khawatir bukan
marah sayang. Bagaimana om Tak Wu Man dan tante Tak Su Bin?” tanya ayah.
“Mereka sangat baik dan
menyambut dengan hangat saat aku tiba disini. Dan ayah tau? Aku disiapkan kamar
besar disini dengan perabotan kamar yang cocok denganku” jawabku dengan sambil
senyum-senyum sendiri.
“Baguslah kalau begitu,
tadi ayah mendapat telepon dari Wu Man kalau kamu sudah berada di rumahnya” tutur
ayah “Ini ibu mu ingin berbicara”
“Jae-a bagaimana
keadaanmu sekarang? Sudah makan? Bagaimana mereka baik tidak padamu?” tanya ibu
yang sangat tidak sabar menunggu jawaban dariku.
“Kabarku baik bu, sudah
barusan bersama mereka dan mereka juga sangat baik padaku, buktinya saja mereka
memberikan kamar besar ini padaku. Oya bu, besok aku akan di ajak jalan-jalan
keliling kota Seoul bersama anak sulung mereka Young Joon oppa” cerita panjang
lebarku pada ibu.
“Baguslah ibu sangat senang
mendengar itu. Jaga dirimu baik-baik dan jangan buat mereka repot dengan
kehadiranmu” kata ibu yang sepertinya memperingatkaku secara halus.
“Iya bu aku tahu itu..”
kataku lagi.
“Disana sudah jam
berapa?” tanya ibu.
“Disini sudah jam 10
malam. Disana jam 8 malam kan bu?” tanyaku balik.
“Iya disini jam 8
malam. Yasudah kau tidur sana, jaga dirimu baik-baik dan sering-sering kabari
kami” tutur ibu.
“Iya bu.. aku tidur ya.
Dadah ibu.. I miss you” ku tutup
telponku. Kurasa aku ingin menangis karena rindu keluargaku. Hey ini baru 1
malam, bagaimana dengan 4 tahun?? aahh… aku pasti akan sangat merindukan ibu
yang cerewet, ayah yang selalu memanjakanku, adik laki-laik ku yang sangat
menyebalkan aku akan sangat merindukan mereka >_<
==========
-6 am- Aku sudah bangun
dari jam 5 pagi tadi dan langsung bergegas mandi, karena kamar madi dirumah ini
sudah ada penghangat air otomatis jadi aku tidak khawatir akan kedinginan. Di
rumahku, aku memang sudah terbiasa bangun pagi.
Aku lihat di cermin
mataku terlihat sembab akibat menangis semalam, bagaimana ini jika ketahuan
keluarga Choi bisa malu aku.
-6.30 am- Haus sekali
rasanya, aku ingin mengambil minum di dapur. Aku sudah berpakaian rapi saat
ini. Memakai dress di atas lutut dengan warna pink lembut, pagi-pagi aku sudah
seperti mau kemana saja. Tapi masa iya aku harus memakai baju tidurku lagi.
Saat aku sampai didapur aku melihat sosok laki-laki yang tingginya melebihiku.
Aku gugup dan malu, sepertinya laki-laki itu menyadari kehadiranku, kemudian ia
menoleh dan seperti kaget? Mungkin, aku tidak tahu tatapan apa itu. Aneh sekali
rasanya di tatap orang seperti itu. Aku senyum canggung dan membungkukan diri.
“Annyeonghasaeyo, kamu pasti Tak Young Joon oppa putra sulung om Wu Man..?”
tanyaku ramah. Namun kenapa ia masih seperti patung? Hanya berdiam dan terus
menatapku aneh?? -___- laki-laki itu tersadar kemudian mendehemkan tenggorokannya.
“Annyeonghasaeyo, ne Tak Young Joon imnida. Wah kau pasti Park Jae Soon kan???
Kau berbeda sekali dengan foto yang ditunjukan appa padaku. Kau lebih cantik
aslinya di banding di foto” pernyataan Young Joon oppa membuatku malu, dia sama
saja dengan ayahnya suka menggoda -___-
“Ne oppa, Park Jae Soon
imnida. Oppa bisa berbicara bahasa Indonesia juga? Oppa kan lahir di sini?”
tanyaku kagum padanya.
“Aku kan masih punya
darah Indonesia juga. Setiap tahun aku selalu menyempatkan diri untuk berlibur
ke rumah sanak saudara dari appa. Walau aku sedikit memaksa pada atasanku kalau
aku ingin berlibur” tuturnya dengan muka yang lucu. Aku akui Young Joon oppa
cukup tampan, walau sedikit terlihat dewasa, namun tidak setampan dan
berkarisma 13 Superman ku Super Junior kkkkk.
“Kau kenapa tertawa
sendiri?” tanya Young Joon oppa saat melihat aku cekikian sendiri. Ya ampun
malu sekali aku baru pertama bertemu tapi membawa kesan memalukan.
“Tidak ada oppa. Aku
haus jadi tenggorokanku sedikit kering” tuturku tidak nyambung.
“Oh begitu baiklah.
Oya, kau sudah tahu kita akan berkeliling dengan ku hari ini?” tanya nya.
“Ne aku sudah tahu dari
tante Su Bin” jawabku ramah.
“Tante?? Hahahahahaha
dasar eomma.. kenapa ingin sekali dipanggil tante dia?” tawanya yang ditujukan
kepada eomma nya itu. Aku menatap bingung. “Kau tahu Jae Soon? Eomma itu ingin
sekali dipanggil tante karena keponakan-keponakannya tidak ada yang mau manggil
dia tante” ledeknya lagi. Aku hanya tertawa canggung.
“Wah wah… kalian
ternyata sudah akrab ya..” suara tante Su Bin tiba-tiba muncul dibelakangku.
Aku tersenyum sambil membungkuk.
“Jae Soon? Kau sudah
mandi? Cantik sekali pagi ini” tanya tante Su Bin yang juga membuatku malu
dengan pernyataan cantik itu.
“Ne tante aku sudah
mandi. Aku sudah terbiasa mandi pagi dirumah, tapi disini untungnya sudah ada
penghangat air otomatis jadi aku tidak perlu menghangatkan air memakai kompor
hehe” terang ku jujur.
“Kau di Indonesia masih
suka mandi pakai air hangat?? Disana kan sangat panas masa iya mandi pakai air
panas?” tanya Young Joon oppa yang aku tahu itu pasti meledekku. Aku terdiam
sambil menatap Jae Min oppa tak percaya karena meledeku. Yang benar saja, baru
pertama kali bertemu dan sudah berani mengejeku seperti ini?? Apa kabar nanti 4
tahun?? aku mengerutkan bibir tanda aku tidak suka.
“Sudah-sudah…. Ya! Young
Joon-a lihat Jae Soon marah gara-gara kau!” marah tante Su Bin pada anak
sulungnya.
“Hahaha… kau marah
terlihat lucu sekali. Ku ingatkan dari sekarang, jangan bertingkah laku seperti
itu atau kau akan habis di godain oleh para member” tawanya sambil
mengacak-ngacak rambutku kemudian pergi ke meja makan. Apa dia bilang? Akan
habis di godain para member? Apa maksudnya?
“Jae Soon-a ayo kita
sarapan, jangan dipikirkan perkataan Young Joon, dia memang suka bersikap
seperti itu” tante Su Bin menyadarkanku dari lamunanku. Yang kemudian disambut
senyum kaku dariku.
-meja makan-
“Selamat pagi Jae Soon.
Apa tidurmu nyenyak tadi malam?” sapa ramah om Wu Man padaku.
“Selamat pagi om,
sebenarnya sedikit tidak nyenyak mungkin malam pertama aku tidur di tempat yang
sangat jauh dari orang tua. Mungkin nanti akan terbiasa” sambutku sedikit
terlihat sedikit sedih.
“Begitukah? Mungkin
kamu belum terbiasa saja” jawabnya lagi. Aku hanya tersenyum menanggapi
perkataan om Wu Man.
“Kau mau kemana lagi
Young Joon-a? Bukankah hari ini kau akan mengajak Jae Soon berjalan-jalan?”
tanya om Wu Man setelah melihat putra sulungnya sudah rapi.
“Ne arraseo appa, aku akan mengajak dia ke suatu tempat yang pasti Jae Soon
sangat suka” jawab Young Joon oppa sambil memamerkan senyuman anehnya. Sangat
aneh.
“Kau mau mengajaknya
kemana memang? Jangan bilang kau mau mengajak dia ke…” omongan om Wu Man
menggantung karena melihat instruksi dari putra nya yang memegang telunjuknya
di bibir menandakan untuk jangan bicara. Om Wu Man seperti mengerti apa maksud
putranya pun hanya berdiam sambil senyum penuh arti. Aku mencium kegelapan
disini. Tidak anak tidak ayah sama saja -____-
Sarapan pagi pun
selesai dan aku naik ke kamarku untuk mengambil tasku dan memakai jaket. Aku
sudah ditunggu Young Joon oppa di bawah. Aku tidak tahu dia mau mengajak ku
kemana.
“Oppa.. kaja” kataku
lembut saat melihat Young Joon oppa sedang memainkan smartphonenya.
“Eo? Kaja. Eomma, appa
kita pergi” teriaknya pada kedua orang tuanya. Om Wu Man dan tante Su Bin pun
muncul mengantar kami sampai depan rumah.
“Ingat
Young Joon-a jaga dia baik-baik. Jangan sampai para member menggodanya dan kau
diam saja” tegas tante Su Bin pada putranya.
“Okeee….
Aku bisa diandalakan. Tapi aku tidak jamin kalau para member tidak menggodanya
hahahaha” tawa Young Joon oppa. Aku hanya melihatnya bingung.
“Om, tante aku pergi…!”
sahutku dengan semangat.
“Ne..
bersenang-senanglah” teriak mereka berdua saat mobil Jae Min oppa mulai jalan.
==========
Selama di perjalanan
aku melihat ke pinggir jalan, melihat-lihat suasana kota Seoul di pagi hari.
Dingin memang, karena ini masih musim dingin dan suhu meunjukan 7° C. Aku
sepertinya salah kostum. Aku memakai baju yang di atas lutut, memakai jaket
yang membuka leher, memakai sepatu booth sampai betis. Namun tetap terasa
dingin. Aku menggosok-gosokan kedua tanganku karena kedinginan.
“Kau ini… sudah tahu
masih musim dingin dan kau memakai dress??” tanya Young Joon oppa tiba-tiba.
“Aku tidak tahu kalau
sedingin ini oppa” jawabku sedikit gemetar karena dingin.
“Yasudah nanti aku
minta pinjamkan jaket” sahutnya lagi.
“Pinjamkan jaket? Sama
siapa?” tanyaku.
“Nanti juga kau tahu”
jawabnya sambil nyengir. Menyebalkan sekali >_<
“Kita mau kemana
memangnya? Emangya tempat wisata jam segini sudah ada yang buka? Ini kan masih
jam setengah sembilan pagi” kataku polos.
“Kita mau ketempat
kerjaku. Kau ingin tahu kan aku bekerja jadi apa? Kata appa kemarin kau tidak
percaya kalau aku bekerja menjadi manager artis. Jadi aku akan menunjukan
sesuatu yang akan kau sukai” jawabnya lagi.
“Bukan tidak percaya
tapi……” jawabku. Aku bingung mau jawab apa, karena memang aku tidak percaya
kalau Young Joon oppa bekerja di perusahaan SM Entertainment.
==========
Perjalanan menuju
tempat kerja Young Joon oppa hanya memakan waktu 30 menit, mungkin suasananya
masih pagi jadi tidak macet. Macet? Memangny seperti di Jakarta dan Bandung
macet -___-
Mobil Young Joon oppa
menuju basement tempat parkir mobil.
Ini seperti sebuah hotel? Apartemen? Sebenarnya dia kerja sebagai apa sih? Masa
tempat kerjanya di sebuah apartemen? Jadi pembantukah?? Aku cekikian sendiri
saat memikirkan itu. Young Joon oppa yang menyadari aku tertawa sendiri.
“Hei Jae Soon kenapa
kau tertawa sendiri? Jangan perlihatkan sikap seperti itu, atau kau akan
disamakan dengan si nyok..” celotehnya yang kemudian tiba-tiba diam seribu kata
saat mau mengatakan kalimat yang terakhir tapi tidak jadi.
“Disamakan dengan siapa
oppa?” tanyaku dengan polosnya.
“Ah.. ani. Kaja!” ajak Young
Joon oppa sambil menarik tanganku.
Kita menaiki lift yang
menuju lantai 11, tombol yang di tekan oleh Young Joon oppa. Sesampainya di
lantai 11, tanganku ditarik kembali oleh Young Joon oppa. Sebenarnya ini tempat
apaan sih??
“Oppa.. oppa setiap
hari bekerja seperti ini?” tanyaku karena penasaran.
“Kau jangan berfikir
kalau aku bekerja sebagai pembantu disini?? Hahahahaha dasar kau ini” sahutnya
sambil mengacak-ngacak rambutku. Bukannya menjawab malah mengacak-ngacak
rambutku -____-
Tidak jauh dari lift,
tibalah kita didepan pintu yang aku rasa didalamnya itu sebuah kamar atau
ruangan. Aku melihat-lihat sekitar, sepi, menyeramakan sekali.
Kulihat Young Joon oppa
menekan sebuah bel, kemudian ada suara di kotak suara yang aku tahu itu mungkin
pengaman? Atau ada kamera tersembunyi. Aku tidak tahu Young Joon oppa berbicara
apa dengan seseorang yang suaranya didalam speaker itu karena mereka berbicara
memakai bahasa Korea. Yang aku tahu Jae Min oppa mengatakan “ne”. Tidak lama setelah itu pintu
dibuka oleh seorang laik-laki. Tunggu dulu! Aku tidak salah lihat?? Ya Tuhan!
Sungmin oppa??? Ke..kenapa disini? Didepanku? Didalam ruangan ini? Aku hanya
menatap, mematung, tidak berkedip juga tidak berbicara apapun. Ingin rasanya
aku berteriak seperti saat aku menonton konser mereka di Indonesia. Tapi kenapa
rasanya sekarang beda? Aku menahan itu semua, mungkin sekarang mukaku sudah
merah karena menahan semua keterkejutanku.
“Jae Soon-a…
gwaenchanayo?” ku merasakan Young Joon oppa memegang bahuku untuk menyadarkan
ku.
Author POV
“Hyung!
Jadi ini saudara mu yang mau kuliah di Seoul?”
tanya Sungmin pada Young Joon. Young Joon hanya tersenyum menjawab pertanyaan
dari Sungmin.
“Suruh
masuk, dia kedinginan karena salah
kostum” suruh Jae Min pada Sungmin.
(Yang di cetak miring mereka sedang berbicara dengan
bahasa Korea)
“Eo?
Silahkan masuk” sambut Sungmin sambil tersenyum pada
Jae Soon. Jae Soon masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
“Jae Soon-a ayo kita
masuk, katanya kau kedinginan? Tuh disuruh masuk sama idola mu kkkkk” ledek Young
Joon yang tahu kalau Jae Soon masih tidak percaya dengan apa yang ada
dihadapannya.
Jae Soon pun masuk
keruangan tersebut mengikuti langkah Young Joon yang jalan mendahului Jae Soon.
Sungmin yang di belakangnya mengikuti masuk juga. Ketika Jae Soon melepas
sepatunya dia melihat banyak sekali sepatu berantakan dimana-mana. Ini
pemandangan persis sekali dengan reality
show yang sering ia tonton tentang kegiatan member Super Junior didalam
dormnya.
Ya, sekarang ini Jae
Soon sedang berada di dalam dorm Super Junior yang di lantai 11. Young Joon sengaja
tidak memberitahukannya karena ingin membuat kejutan buat Jae Soon. Dan alhasil
Jae Soon sangat-sangat terkejut dengan apa yang terjadi.
Ketika Jae Soon sedang
mau berdiri dari posisi jongkok karena membuka sepatunya, tubuh Jae Soon tidak
seimbang dan hampir jatuh. Ketika akan jatuh, dibelakang Sungmin segera
memegang tangan Jae Soon yang sedari tadi tidak ia sadari kalau Sungmin masih
di belakangnya. Alhasil Jae Soon jadi salah tingkah dan semakin merah mukanya
karena menahan rasa ingin teriaknya.
Jae Soon hanya menunduk
sambil membungkukan diri. Young Joon yang melihatnya pun ingin tertawa melihat Jae
Soon bertingkah aneh seperti itu. Walau pertama kali bertemu, namun dia sering
mendengar dari ayahnya Jae Soon dengan tingkah dia saat mendengar kata Super
Junior.
Sungmin tersenyum
melihat tingkah Jae Soon, dan mengisyaratkan untuk masuk kedalam. Jae Soon
seperti mengerti, akhirnya masuk kedalam ruangan itu. Dia dituntun Young Joon
unuk duduk di kursi berwarna putih krem.
Dia masih tidak percaya
dengan apa yang ia lihat pagi ini. Apa benar ini nyata atau mimpi? Pertanyaan
itu yang bersarang di pikirannya sekarang.
“Jae Soon-a, kau mau teh
manis atau kopi?” tanya Jae Min yang mengagetkan Jae Soon yang sedang
memikirkan banyak hal.
“Hah? Ne oppa?” tanya
Jae Soon polos.
“Aish dasar… kau suka
tidak teh? Atau kau suka kopi? Mau pilih yang mana?” tanya Young Joon lagi pada
Jae Soon. Jae Soon seperti sedang berfikir.
“Tidak ada susu kah
oppa? Aku tidak begitu suka teh apalagi kopi” jawab Jae Soon.
“
Sungmin-a kau punya susu tidak?” tanya Young Joon pada
Sungmin yang sama-sama berada di dapur. Jae Soon mendengarkan baik-baik apa
yang mereka bicarakan, walaupun tidak mengerti apa yang meraka bicarakan namun
ia hanya ingin mendengarkan Sungmin berbicara.
“Ada,
tapi rasa strawberry punya Hyuk Jae ” jawab Sungmin pada Jae
Min. DEG! Perasaan Jae Soon semakin tidak karuan saat mendengar kata ‘Hyuk Jae’.
Ya benar ini lantai 11, dorm yang dimana Eunhyuk ada disini.
“Boleh
diminta? Dia kan agak sedikit pelit” tanya Young Joon pada
Sungmin.
“Sudahlah
ambil saja. Dia tidak akan marah kalau saudaramu yang meminta. Dia juga sudah
tahu kan kalau hari ini kau akan mengajak saudaramu yang dari Indonesia untuk
kemari” jawab Sungmin sambil mengolesi beberapa helai roti.
“Hyung! Dia cantik. Kau ini… aku tahu dia
bukan saudaramu, kau kan pernah mengatakan itu padaku.”sambung Sungmin
lagi.
“Hyuk
Jae kemana? Sepertinya aku penasaran ingin melihat ekspresi Jae Soon saat
melihat Hyuk Jae. Sungguh aku ingin sekali tertawa saat melihat eksperinya
ketika melihatmu tadi hahaha” tawa Young Joon meledek
Jae Soon.
Jae Soon yang sedari
tadi fokus mendengarkan apa yang Young Joon dan Sungmin bicarakan walau tidak
mengerti apa maksudnya. Fokus Jae Soon tiba-tiba teralihkan ketika suara pintu
kamar dibuka dan sosok laki-laki yang keluar membuat Jae Soon menegang kembali.
Yesung? Yesung oppa? Dia disini juga?? Pikirnya dalam hati. Jae Soon tidak tahu
harus berbuat apa dan harus melakukan apa. Jae Soon hanya diam sambil sedikit
menunduk.
Sedangkan Yesung yang
baru keluar dari kamarnya hanya menatap aneh pada Jae Soon. “Kenapa ada wanita
di sini? Siapa yang membawanya?” Pikirnya. Ketika mendengar suara tawa di dapur
Yesung langsung menuju dapur dan melihat ternyata ada managernya dan Sungmin yang
sedang melakukan sesuatu.
“Sungmin-a,
ada gadis! Siapa itu? Beraninya kau membawa gadis sedangkan aku tidak boleh
membawa” protes Yesung kepada Sungmin.
“Dia
saudaraku yang datang dari Indonesia yang akan kuliah disini. Dia aku ajak
karena aku ingin mengajak dia jalan-jalan. Jangan khawatir, dia itu sangat
polos dan….. sedikit kagetan kalau melihat kalian semua kkkkk”
jawab Young Joon pada Yesung sambil kembali tertawa.
Seteleh lebih dari 10
menit ketiga laki-laki itupun menuju ruang tamu yang diduduki Jae Soon sedari
tadi. Jae Soon kembali kaku, tidak tahu harus mengatakan apa dan bertingkah
seperti apa.
“Jae-a ini susumu. Rasa
strawberry tidak apa-apakan? Hanya ada ini” sahut Young Joon sambil menyerahkan
sebuah gelas pada Jae Soon.
“Ne oppa gomawo” jawab singkat Jae Soon disertai senyum tipis
darinya.
“Wah
Hyung! Kau bisa berbicara bahasa? Daebak!” kata Sungmin
sedikit kagum pada Young Joon.
“Kau
lupa aku mempunyai appa orang Indonesia?” jawab ketus Young
Joon pada Sungmin.
Suasana pagi di dorm
Super Junior lantai 11 sedikit ramai dengan kedatangan manager mereka dan
seorang gadis yang di bawanya.
Lee Hyuk Jae POV
Aku baru selesai mandi,
di dalam kamar aku mendengar suara ramai diluar, ruang tamu tepatnya. Ada tamu
mungkin? Oya aku lupa kalau akan ada manager hyung yang membawa saudara
perempuannya kemari. Untuk apa dia membawa gadis ke dorm ku? Palingan juga akan sama seperti yang lain, kagum
dan minta berfoto. Itulah fans, selalu seperti itu.
Aku sudah selesai
bersiap-siap karena hari ini ada latihan koreografi dengan semua member. Saat
aku keluar kamar semua orang yang duduk di kursi menoleh padaku. Aku tidak
menunjukan ekspresi apapun. Aku melihat ada seorang gadis membelakangi kamarku.
Hanya dia yang tidak menoleh.
“Hyung!
Aku lapar. Kenapa kau buatkan roti hanya satu?”
omelku saat menghampiri Sungmin hyung yang duduk di kursi. Aku duduk agak
dekatan disebelah gadis itu. Dia tidak menoleh?
“Kau!
Buatlah sendiri. Jangan kau ambil punyaku!” jawab ketus
Sungmin hyung. Pelit dasar -___-
“Hyuk
Jae kenalkan ini saudara ku yang kemarin aku bicarakan pada kalian”
sahut Young Joon hyung.
“Eo?”
saat aku menoleh pada gadis yang disebelahku, dia terlihat gugup. Aku hanya
tersenyum padanya. Dia hanya menatap tidak membalas senyumku. Mukanya kenapa
seperti menahan marah?
“Jae Soon-a… ini yang
kau tunggu-tunggu kan?” tegur Young Joon hyung yang sepertinya pada gadis yang
bernama Jae Soon itu. Aku tidak mengerti Young Joon hyung ngomong apa karena
tidak bicara bahasa Korea.
“aa.. eemm.. ne oppa” jawab gadis itu terlihat gugup
sekali.
“Hyung.
Kau bicara apa? Bahasa apa barusan itu? Kau pintar juga mempelajari bahasa
selain bahasa Korea haha” ledekku pada Young Joon hyung.
“Itu
bahasa Indonesia Hyuk Jae. Kau saja yang tidak tahu dan tidak mau belajar”
ketus Young Joon hyung.
“Eo?
Jadi kamu orang Indonesia? Siapa namamu?” tanyaku pada
gadis yang disebelahku.
Gadis itu menoleh pada
Jae Min hyung. Berbisik, entah apa yang mereka bicarakan.
Park Jae Soon
POV
Ya Tuhan.. apa lagi
yang kau hadiahkan pada ku pagi ini? Setelah menegang karena tidak percaya
bertemu langsung dengan Sungmin oppa dan Yesung oppa di dorm nya sendiri.
Sekarang Eunhyuk oppa
duduk disebelahku dan menatapku seperti itu. Dia itu biasku! Ingin menangis dan
berteriak rasanya. Namun kenapa tidak bisa? Aku yakini pasti mukaku saat ini
sudah merah karena menahan itu semua.
Ketika sedang menatap
muka Eunhyuk oppa. Tiba-tiba Young Joon oppa berbicara pada Eunhyuk oppa, dan
jelas aku tidak tahu apa yang ia katakana pada Eunhyuk oppa.
“Jae Soon-a… ini yang
kau tunggu-tunggu kan?” sapa Young Joon oppa sambil memegang lenganku.
“aa.. eemm ne oppa” hanya itu yang keluar dari
mulutku. Sungguh, bibir dan lidahku tidak mampu untuk berbicara apa-apa. Kaku
dan lemas rasanya untuk mengatakan sesuatu.
Dengan tiba-tiba,
Eunhyuk oppa menoleh sambil menatap padaku. Sepertinya dia bicara padaku, tapi
aku tidak mengerti. Aku menoleh kepada Young Joon oppa mengisyaratkan apa yang
dibicarakan Eunhyuk oppa.
“Dia menanyakan namamu
dan benarkah kau orang Indonesia?” Tuturnya sambil tersenyum padaku. Aku
kemudian terdiam, bingung harus menjawab menggunakan bahasa apa.
Author POV
“Hyung
kau sudah seperti translater saja! Haha” Eunhyuk berkata
meledek pada Young Joon.
“Diam
kau! Dia tanggung jawabku selama berada di Seoul. Dia tidak bisa berbicara
bahasa Korea jadi aku harus membantunya. Dan kau jangan mempermainkannya. Dia
terlalu polos untukmu” tutur Young Joon yang telihat
marah dan memperingati Eunhyuk. Hyuk Jae hanya tertawa mendengar celotehan
managernya itu.
“Oya,
siapa namamu?” tanya Hyuk Jae yang sekarang terlihat
serius menatap Jae Soon.
“Ireum? (bahasa Koreanya nama itu ireum)” tanya Jae Soon untuk meyakinkan apa yang ditanyakan Hyuk
Jae padanya. Namun Jae Soon tidak menatapnya, dia melihat lurus kedepan, entah
apa yang dia lihat.
“Eum..
ne ireum. What’s is your name?” gaya Hyuk Jae sok ke
Inggrisan.
“My
name is Park Jae Soon. Nice to meet you Eunhyuk oppa. And you guys… nice to
meet you” jawab Jae Soon dengan manisnya. Sungmin, Yesung dan
Eunhyuk tersenyum melihat senyuman manis yang dimiliki Jae Soon.
Young Joon tertawa geli
melihat para member dengan ekspresi seperti orang bodoh itu.
“Can
you speak English?” tanya Sungmin pada Jae Soon.
“Yes..
I was studied English language in Indonesia. And sorry I can not speak Korean,
too hard to study Korean language” jawab Jae Soon masih
dengan senyum manisnya.
3 member itu saling
memandang, entah itu pandangan apa, seperti kagum dan seperti tidak mengerti
apa yang d ucapkan Jae Soon.
Young Joon kembali
tertawa geli melihat ekspresi ke-3 member itu.
Mereka menyadari bahwa
Jae Min sedang menertawakan mereka.
“Ya
hyung! Apa yang kau tertawakan?” tanya sinis Sungmin.
Jae Soon hanya tersenyum melihat ekspresi lucu yang dikeluarkan Sungmin.
“Kalian
terlihat seperti orang bodoh! Hahaha” tawa Young Joon semakin
menggelegar “Masa iya kalimat yang
barusan kalian tidak mengerti?” ledeknya lagi pada 3 member itu.
Semua mata ke-3 member
Super Junior itu menatap sinis pada managernya mereka.
“Ah
ya.. nice to meet you too..” jawab Hyuk Jae sok ke
Inggrisan lagi. Jae Soon hanya tersenyum malu saat di pandang oleh Hyuk Jae.
==========
Suasana pagi itu sangat
hangat dengan kedatangan Jae Soon. Walau Jae Soon tidak banyak bicara, namun
terkadang dia ikut tertawa geli saat melihat tingkah laku para idola nya itu.
“Oppa… aku ingin ke
toilet..” bisik Jae Soon pada Young Joon. Young Joon hanya mengangguk
menanggapinya.
“Hyuk
Jae-a.. bisakah kau pinjamkan toiletmu untuknya? Dia ingin ke toilet”
tanya Young Joon pada Hyuk Jae. Hyuk Jae yang sedari tadi sedang memainkan smartphonenya menoleh pada Young Joon.
“Kenapa
harus toiletku?” tanyan Hyuk Jae protes.
“Kau
ini! Memangnya ada apa di kamarmu sehingga ada perempuan yang ikut ke toilet mu
saja tidak boleh!” jawab Sungmin sedikit curiga pada Hyuk
Jae.
“A
aniyo.. geure!” jawab ketus Hyuk Jae “Ayo Jae Soon..” ajak Hyuk Jae memandang
Jae Soon. Jae Soon memandang ragu Hyuk Jae yang sudah berdiri di pinggirnya.
Lalu kemudian Jae Soon mengikuti Hyuk Jae memasuki kamarnya.
Jae Soon kembali
memandangi kamar Hyuk Jae kagum. Saat memasuki kamar, Jae Soon melihat rak buku
yang dipenuhi buku-buku yang dia tahu itu adalah komik bukan buku. Dia pernah
melihat kamar dormnya Hyuk Jae di sebuah reality
show.
Hyuk Jae membalikan
badannya dan hanya melihat gadis itu.
“Jae
Soon-a… here..” tegur Hyuk Jae yang diakhiri ‘here’
karena bingung harus menggunakan bahasa apa.
Jae Soon yang menyadari
itu langsung mendekati Hyuk Jae dan masuk ke dalam toilet, lebih tepatnya kamar
mandi yang sering digunakan Hyuk Jae.
“Gomawo
oppa…” kata Jae Soon sebelum akhirnya masuk dan menutup
pintu kamar mandi. Hyuk Jae hanya tersenyum melihat senyuman Jae Soon tadi. Dia
sepertinya telah terhipnotis setiap melihat senyuman Jae Soon.
Ya.. Jae Soon memang
mempunyai senyum yang sangat manis, dan orang-orang akan merasa teduh jika
melihat senyuman itu.
Di dalam kamar mandi,
Jae Soon langsung menangis dengan tangan memeluk lututnya. Dia menangis tanpa
suara. Dia ingin melampiaskan kesenangan dan teriakan yang sedari tadi dia
tahan melalui tangisan.
Sedari tadi dia ingin
sekali berteriak saat pertama kali melihat Sungmin, Yesung dan Eunhyuk. Namun
entah kenapa dia tidak bisa melakukan itu.
15 menit lebih Jae Soon
berada di dalam kamar mandi dengan posisi yang masih sama dengan sebelumnya.
Hyuk Jae yang sedari tadi menunggu di atas kasur, menyadari bahwa sudah lebih
dari 10 menit Jae Soon di dalam kamar mandi. Lalu dia mendekati pintu kamar
mandi dan mengetuknya.
“Jae
Soon… gwaenchanayo? Apa perlu sesuatu?” tanya Hyuk Jae sambil
mengetuk kamar mandi.
Jae Soon tersentak menyadari
suara Hyuk Jae di balik pintu kamar mandinya itu. Dia lalu berdiri dengan
terburu-buru.
“Ne
oppa..” jawab Jae Soon menanggapi pertanyaan Hyuk Jae yang
di yakini sedang menyakannya.
Hyuk Jae yang berada di
luar kamar mandi mendengar suara Jae Soon sedikit berbeda, suaranya berat,
seperti orang yang habis menangis. Menangis? Kenapa Jae Soon menangis? Pikir
Hyuk Jae.
Jae Soon segera
membasuh mukanya dengan air, matanya merah dan sembab terlihat jelas kalau dia
habis menangis. Dia tidak menggubrisnya, lalu keluar dari kamar mandi. Dia
tertunduk ketika keluar kamar mandi sehingga tidak menyadari kalau Hyuk Jae sedang
menunggunya dan duduk di atas kasur.
“Ehm…!” Hyuk Jae
berdehem membuat Jae Soon kaget.
Jae Soon tiba-tiba
berhenti mendengar suara deheman itu yang diyakini itu pasti Hyuk Jae. Jae Soon
masih menundukan kepala, tidak mau sampai Hyuk Jae tahu kalau dia sudah
menangis.
“Kau
kenapa lama sekali? Apa yang yang lakukan didalam sana?”
tanya Hyuk Jae pada Jae Soon dengan sedikit tertawa.
Jae Soon semakin
menundukan kepalanya. Dia berusaha menahan air matanya lagi. Namun sayang
setetes air dari matanya keluar begitu saja, dia menangis lagi. Hyuk Jae
melihat tubuh gadis itu bergetar. Hyuk Jae mendelik, menundukan tubuhnya
melihat keadaan Jae Soon yang bergetar.
“Jae
Soon? Wae?” tanya Hyuk Jae pada Jae Soon yang heran
kenapa dia menangis.
Lalu tiba-tiba Jae Soon
memeluk tubuh Hyuk Jae yang jarak nya sangat dekat dengannya itu. Hyuk Jae kaget
dengan apa yang dilakukan gadis itu terhadapnya.
Jae Soon tidak bisa
menahan air matanya lagi. Dia menangis, menangis keras namun suaranya tidak
keluar. Dia sesegukan, tubuhnya bergetar.
“Gomawo..
gomawo oppa.. jeongmal gomawo…” kalimat itu yang
keluar dari mulut Jae Soon, walau sedikit tersendat akibat nafasnya namun itu
lah yang keluar dari mulut Jae Soon. Dia memeluk erat tubuh Hyuk Jae. Hyuk Jae
tersenyum dan membalas pelukan Jae Soon dengan belaian lembut tangannya di
punggung Jae Soon. Menenangkan gadis itu.
==========
“Jadi? Kau itu ELF?
Jewel? Tck tck…” tanya Sungmin sambil berdecak dan menggelengkan kepalanya.
Jae Soon hanya menunduk malu sambil menyeruput susu strawberry nya yang tadi sempat terganggu dengan kejadian di kamar
Hyuk Jae.
Walau mereka berbicara
menggunakan bahasa Korea, namun Jae Soon bisa menangkap apa yang dikatakan
setiap member kepadanya. Karena memang sebelumnya Jae Soon pernah belajar
bahasa Korea selama 3 bulan waktu di Indonesia.
~~~~~~~~~~
Baby
baby baby baby uri jeoldae heeojiji malja.. oh my lady lady lady lady naega
jeongmal neoreul saranghanda…
Tiba-tiba reff lagu From U dari handphone yang terletak di
atas meja itu berbunyi menadakan panggilan seseorang.
“Yeobosaeyo?”
Sungmin mengangkatnya. Ternyata handphone yang berbunyi.
“Ne
hyung.. kita segera turun” jawab Sungmin pada seseorang yang
berada dibalik handphone itu.
“Kaja!
Teuki hyung sudah menunggu di bawah bersama yang lainnya dan manager hyung
juga” ajak Sungmin pada Yesung dan Eunhyuk. Semua segera
bergegas masuk kedalam kamar masing-masing sepertinya mengambil barang-barang
yang akan dibawa.
“Hyuk
Jae. Kau punya jaket yang tidak di pakai saat ini? Boleh aku meminjamnya? Besok
aku kembalikan” tanya Young Joon memasuki kamar Hyuk
Jae.
“Eo?
Apa itu bukan jaket?” tanya Hyuk Jae menunjuk jarinya ke
jaket yang sedang digunakan Young Joon.
“Bukan
untuk ku. Tapi untuk Jae Soon.. dia salah kostum hari ini, dia tidak tahu kalau
sedingin ini udara Seoul katanya. Dia hanya memakai jaket tipis dan tadi dia
kedinginan. Maukah kau meminjamkannya? Besok aku kembalikan”
serunya lagi.
Hyuk Jae mengambil
sesuatu dari dalam lemarinya. Kemudian memberikan pada Jae Min.
“Kau
baik sekali” puji Jae Min pada Hyuk Jae sambil
tersenyum. Hyuk Jae hanya mencibir karena dia tau Young Joon sedang meledeknya.
~~~~~~~~~~
Park
Jae Soon POV
“Pakailah jaket ini..
setidaknya tidak terlalu kedinginan seperti tadi” tegur Young Joon oppa sambil
menyerahkan sebuah jaket padaku.
“Emh.. gomawo oppa” sambutku sambil tersenyum.
“Kau ini… berhentilah
tersenyum manis seperti itu” kata Young Joon oppa sambil mengacak rambutku.
“Huh! Memangnya ada
yang salah? Aku memang seperti ini mau di apakan lagi?” kataku cemberut
menanggapi perkataan Young Joon oppa. Yang benar saja aku tidak boleh
tersenyum.
“Kesalahan besar akan
segera datang padamu Jae Soon…” senyum lebar yang Young Joon oppa membuatku
kesal.
“Ya! Oppaaaaa……..!!!!”
teriak ku pada Young Joon oppa lebih mirip seperti anak kecil merengek minta dibelikan
sesuatu.
“Hahahahaha….. iya
iyaaa….. kau lucu sekali saat sedang merengek” ledeknya lagi. Semakin membuatku
kesal saja >_<
Aku benar-benar kesal
sama Young Joon oppa! Aku tidak menegur dia setelah dia meledek ku tadi. Aku
hanya diam di kursi, lalu kemudian pintu kamar satu-satu membuka, keluar 3 pria
tampan yang dari tadi aku tunggu. Yesung oppa, Sungmin oppa juga Eunhyuk oppa.
Mereka sepertinya sudah siap untuk pergi. Pergi? Pergi kemana mereka?
“Kaja”
seru Young Joon oppa sambil berdiri dan melihat ke arahku. Aku masih terdiam
tidak bergerak.
“Ya.. Jae Soon-a.. kau
benar marah padaku? Aku hanya bercanda” tanya Young Joon oppa sambil
mendekatiku. Aku masih diam sambil menatap sinis padanya. “Araseo araseo… mianhae” tuturnya lagi meminta maaf.
“Oppa jangan seperti
itu lagi” tuturku pelan.
Semua mata tertuju pada
kami. Sepertinya mereka kebingungan apa yang terjadi dengan kami.
Sumi
chage dallyeowa meotjige kkeutnan geudae have a good time oneulmankeum party
time…
Tiba-tiba suara
ringtone Sexy, Free & Single
terdengar nyaring. Aku melihat Eunhyuk oppa merogoh saku celananya. Ternyata
suara handphone Eunhyuk oppa berbunyi. Aku hanya tersenyum simpul.
“Ne
hyung.. ini sudah mau keluar. Ne arayo… aiii’ng...”
jawab Eunhyuk oppa menanggapai seseorang yang berada di balik telepon. Apa dia bilang?
“ai’ng?” hahahaha ingin sekali aku
tertawa mendengar itu, terlihat sangat lucu wajahnya.
“Kaja.
Teuki hyung sepertinya sudah mulai kesal menunggu kita”
kata Eunhyuk oppa sambil berjalan menuju pintu. Kami pun mengikutinya. Dia
bilang apa? Teuki hyung? Leeteuk oppa? Mungkin kah aku akan menangis lagi?
Saat memasuki lift, Young
Joon oppa menekan tombol yang menuju lantai paling bawah tidak sejurus dengan
Eunhyuk oppa, Sungmin oppa dan Yesung oppa.
“Kau
memarkinkan mobil mu di basement hyung?” tanya Yesung
oppa pada Young Joon oppa. Akhirnya aku bisa mendengar Yesung oppa megatakan
sesuatu. Sedari tadi dia hanya diam tidak banyak bicara.
“Emh…
kita ketemu di tempat latihan” jawab Young Joon oppa.
“Geure..
annyeong Jae Soon-a” jawab Yesung oppa dan kemudian memberi
salam padaku sebelum keluar lift. Dia tersenyum padaku, begitu pula Eunhyuk
oppa dan Sungmin oppa. Aku hanya membalas mereka dengan senyuman seraya
membungkukan badan ku. Senang sekali rasanya. Thanks God!
==========
“Oppa, kita mau
kemana?” tanyaku pada Young Joon oppa saat telah berada di dalam mobilnya.
“Ke kantor SM” jawabnya
padat dan jelas. Aku hanya membulatkan mulutku membuat bentuk O.
“Kau kenapa tadi
menangis dan memeluk Hyuk Jae? Sesenang itukah? Bagaimana jika kau melihat
semua member? Apa kau akan menangis dengan kencang?” tanya Young Joon oppa
membuatku menunduk karena malu. Kejadian aku menangis sambil memeluk Eunhyuk
oppa tadi diketahui oleh orang-orang yang berada didalam dorm.
“Aku hanya bersyukur
bisa melihatnya sedekat itu. Di konser, aku berdesak-desakan demi melihat
mereka dengan jarak pandang yang tidak terlalu dekat. Namun tadi, seperti mimpi
namun terlihat nyata sekali. Aku harus banyak bersyukur pada Tuhan dan
berterima kasih padamu oppa. Karena oppa, aku bisa melihat langsung mereka
tanpa berdesak-desakan seperti ketika aku menonton konser mereka di Indonesia”
tuturku dengan ekspresi haru. Young Joon oppa hanya tersenyum menanggapinya.
Lee Hyuk Jae POV
Aku melamun selama
perjalanan menuju SM building tempat
latihan. Aku masih heran dengan gadis itu. Tadi dia memeluk ku dengan sangat
erat. Dia menangis tapi tidak ada teriakan dari mulutnya, hanya butiran bening
yang keluar dari matanya yang semapt membuat basah baju dibagian dadaku karena
air matanya.
Kenapa dia menangis?
Sesenang itukah ketika melihatku? Tapi kenapa dia tidak melakukan hal yang sama
ketika bertemu dengan Sungmin dan Yesung hyung?
“Hyuk Jae-a.. tadi kau
apakan gadis itu sampai membuat nya menangis?” tanya Sungmin hyung membangunkan
ku dari lamunan.
“Mwo?? Gadis? Gadis
siapa?” tanya Donghae menyela perkataan Sungmin hyung. Anak ini selalu saja
ingin tahu -____-
“Dia anak dari teman
ayah nya Young Joon hyung yang akan berkuliah di Seoul University, dia ingin tahu baik kota Seoul. Young Joon hyung
mengajaknya jalan-jalan, namun jalan-jalan yang dimaksud Young Joon hyung
bukanlah yang dibayangkan gadis itu” jawab panjang lebar Sungmin hyung “Lucu
sekali dia saat aku bukakan pintu dorm tadi pagi. Dia terlihat menegang dan
kaget kkkkk” tawanya kegelian.
“Kau sepertinya tahu
segalanya tentang gadis itu” tanya Yesung hyung menyelidik Sungmin hyung.
“Young Joon pernah
bercerita padaku beberapa hari yang lalu” jawab Sungmin hyung lagi. Aku sedang
malas meladeni mereka. Aku masih memikirkan gadis yang tidak seperti gadis
biasanya yang sering aku temui, mereka selalu berteriak dan selalu tersenyum
lebar ketika melihatku, melihat idola mereka.
Author POV
Selama diperjalan
menuju SM building pikiran Hyuk Jae
sangat tidak tenang. Dia masih membayangkan gadis yang telah memleuknya secara
tiba-tiba dengan disertai air mata itu. Sangat tidak biasa, karena rata-rata
fans yang sering dia temui adalah berteriak dan menyerukan namanya. Tapi
berbeda dengan gadis itu, Jae Soon.
==========
Di tempat berbeda,
didalam mobil Young Joon terlihat Jae Soon sedang melamun. Matanya menghadap ke
arah jalan raya. Terlihat kosong.
“Jae Soon… kau tidak
apa-apa?” tanya Young Joon khawatir pada Jae Soon.
Jae Soon menoleh pada
Youg Joon sambil tersenyum mengisyaratkan bahwa dia tidak apa-apa.
Jae Soon menyadari
jaket yang sedari tadi disimpan di atas pangkuannya itu.
“Oppa.. ini jaket
siapa?” tanya Jae Soon pada Young Joon.
“Punya Hyuk Jae. Kau tidak
memakainya? Tadi pagi kau bilang kedinginan makanya aku pinjamkan” jawab Young
Joon.
Jae Soon hanya
memandangi jaket itu, kemudian mengambil sesuatu didalam tasnya. Dia mengambil smartphone
nya dan mengambil foto sambil memegangi jaket itu. Dia kemudian meng-upload nya ke twitter.
@xxxxxxxjae: I can’t believe it God! Thank you so much… I
hope I can see him everyday and everytime.
Tulis Jae Soon di account twitternya.
“Haahh~~”
“Kenapa? Aku kira, jika
aku mengajak kau bertemu dengan mereka kau akan senang, tapi sepertinya kau
terlihat seperti orang frustasi” tanya Young Joon heran pada Jae Soon.
“Oppa kira aku tidak
senang apa? Aku sangat senang, tapi entah kenapa ekspresi ku seperti orang
bodoh ketika bertemu mereka” sedih Jae Soon.
“Kau akan terbiasa
nanti. Aku akan ajak kau jika kau ada waktu dan kegiatan mereka tidak terlalu
sibuk” sambung Young Joon.
“Kau gila apa?! Oppa
ingin membuat ku mati perlahan melihat mereka setiap saat dengan jarak pandang
yang sangat dekat itu?” sahut Jae Soon yang sedikit emosi.
“Kita lihat saja nanti.
Apa kau akan mati perlahan atau akan betah berlama-lama bersama mereka” kekeh
Young Joon. Jae Soon tidak meresponya kembali.
==========
-SM building-
25 menit rombongan
Super Junior dan Jae Soon tiba di gedung SM Entertainment. Semua member terlihat masuk satu persatu
kedalam gedung terlihat seperti terburu-buru karena udara diluar cukup dingin.
Berbeda dengan Jae
Soon, dia berjalan santai dengan jaket tebal yang dipakainya.
“Oppa aku malu. Kenapa
orang-orang melihatku seperti itu?” tanya Jae Soon pada Young Joon. Semua orang
yang berada di dalam gedung SM itu melihat Jae Soon, pandangan kagum dan heran.
“Kau itu cantik,
makanya orang-orang melihatmu” bisik Young Joon pada Jae Soon. Jae Soon lalu
menunduk.
“Oppa!”
seorang perempuan yang tak kalah cantiknya dengan Jae Soon menghampiri mereka
berdua.
“Seu
Mi-a… sudah lama?” tanya Young Joon pada perempuan yang
bernama Seu Mi itu.
“Tidak
terlalu” jawabnya singkat “Ini…. Jae Soon? Park Jae Soon kah? Yang kau sering ceritakan itu?”
tanya Seu Mi pada Young Joon.
(yang dicetak miring mereka sedang berbicara bahasa
Korea)
“Eum… Jae Soon
kenalakan ini Im Seu Mi. Pacar oppa, nae
yeoja chingu” kenal Young Joon pada Jae Soon.
“Eo? Benarkah? Cantik
sekali…” kagum Jae Soon pada Seu Mi.
“Annyeonghasaeyo
eonni… Park Jae Soon imnida, bangapseumnida. You are so beautiful”
sapa Jae Soon pada Seu Mi. Seu Mi kagum dengan senyumnya Jae Soon yang terlihat
cantik sekali.
“Woah~
Kamu bisa bahasa Korea?” tanya Seu Mi pada Jae Soon.
Jae Soon melirik pada
Young Joon, mengisyaratkan untuk mengartikan pa yang dibicarkan Seu Mi.
“Aniyo
Seu Mi-a… Dia hanya bisa memperkenalkan diri saja, selanjutkan dia akan
menanyakn padaku” jawab Young Joon.
“Benarkah?
I’m sorry. Ne bangapseumnida Jae Soon-a. Jae ireumeun Im Seu Mi imnida, you are
so beautiful too, your smile so beautiful” sapa Seu Mi
pada Jae Soon. Jae Soon hanya tersenyum manis menanggapi itu.
Mereka bertiga terlibat
percakapan yang cukup seru di lobby
SM building itu. Sehingga tidak menyadari bahwa Young Joon sedang ditunggu oleh
para member Super Junior.
Guliver
guliver gu gu guliver guliver….
Terdengar suara reff
lagu Guliver dari smartphone Young
Joon yang sedang dipegangnya.
“Ne?
Eum… arraseo” percakapan yang sangat singkat antara
Young Joon dengan si penelepon.
“Seu
Mi kita harus pergi dulu. Mereka sedang menunggu”
Young Joon berkata sangat halus kepada pacarnya.
“Eum…
ne oppa. Jae Soon we will meet again” jawab Seu Mi pada
Young Joon kemudian menoleh pada Jae Soon dengan senyum yang sangat manis.
“Ne
eonni..” jawab Jae Soon dengan senyum yang tak kalah manis.
“Kau
hari ini sibuk tidak? Ingin makan siang bersama kami?”
tanya Young Joon pada Seu Mi.
“Tidak..
aku hari ini sampai jam 11. Baiklah...” jawab Seu Mi.
Percakapan mereka
bertiga pun berakhir. Jae Soon dan Young Joon menuju tangga dan mengarah ke
lantai 2. Sedangkan Seu Mi menuju arah yang berlawanan dengan mereka.
Seu Mi bekerja di
perusahaan SM Entertainment sebagai make
up artist. Namun pekerjaan tidak sesibuk Young Joon.
~~~~~~~~~~
Jae Soon dan Young Joon
sudah tiba di lantai 2 dan mereka memasuki sebuah ruangan yang didalamnya
terdapat cermin yang sangat luas dan sudah ada laki-laki yang tampan. Itulah
yang dipikir Jae Soon sekarang.
Ya, Jae Soon berada di
tempat latihannya member Super Junior. Dia terlihat membuntuti Young Joon
sambil menunduk malu. Dia terlihat sangat malu dan gugup. Pasalnya, semua ke-9
member Super Junior ada didepan mata Jae Soon. Dia tidak tahu harus berbuat
apa, Jae Soon hanya bisa bersembunyi di belakang punggung Young Joon.
“Hyung.
Kenapa perempuan itu terus berada dibelakangmu? Kenalkan pada kami”
tutur sang Leader, siapa lagi kalau bukan Leeteuk.
Young Joon lalu
menghindar dari Jae Soon yang membuat Jae Soon kaget dan wajahnya terlihat
sangat merah.
“Dia
sangat pemalu. Mohon kalian bisa mengajaknya berkomunikasi, dia tidak bisa
berbahasa Korea” tutur Young Joon memberi penjelasan
pada member Super Junior. Semua member Super Junior mengangguk.
“Jae Soon mereka ingin
berkenalan dengan mu. Kau bisa kan?” Young Joon terlihat sedang berbisik pada
Jae Soon. Jae Soon melirik pada Young Joon dan menggeleng, mengisyaratkan bahwa
dia tidak bisa melakukannya. Jae Soon terlalu gugup untuk berbicara saat ini.
“Baiklah..” kata Young
Joon terlihat kasihan pada Jae Soon.
“Baiklah
semuanya. Perkenalkan ini Park Jae Soon. Dia calon mahasiswi baru di Seoul
University jurusan Korean Language. Dia berasal dari Indonesia. Ayahku berteman
baik dengan ayahnya. Ayah Jae Soon menitipkannya pada ayahku, dan dia akan
tinggal di Seoul selama kurang lebih 4 tahun kedepan. Aku disini sebagai
penjaganya alias aku aku menjaganya selama dia berada di Seoul. Karena dia
tidak bisa berbahasa Korea. Kalian.. mohon bantuannya agar dia cepat bisa
beradaptasi dengan orang-orang disini. Dan dia adalah fans berat kalian”
Young Joon menjelaskan panjang lebar pada ke-9 member Super Junior itu.
“Eo?
Benarkah dia fans kami? Lalu kenapa dia terlihat tidak menyukai moment ini?
Bertemu dengan idolanya?” tanya Donghae yang sedari tadi
memperhatikan raut wajah Jae Soon.
“Dia
sangat malu dan gugup. Buatlah dia nyaman bersama kalian, karena dia akan
selalu aku bawa jika kalian ada jadwal” jawab Young Joon
kepada member Super Junior.
“Kau
akan mengajaknya setiap kami ada event? Tidak akan apa-apa kah? Soo Man Sajangnim?”
tanya Kyuhyun sedikit khawatir dengan di ajaknya Jae Soon bersama mereka.
“Itu hal mudah. Kau tahu kan?” tutur Young Joon. Semua member
terlihat mengerti.
Young Joon tidak
terlalu khawatir dengan mengajak Jae Soon kemanapun dia pergi bersama Super junior.
Pasalnya ayah Young Joon, Tak Wu Man mempunyai saham 15% di SM Entertainment,
jadi dia tidak akan merasa takut jika Lee Soo Man selaku pemilik perusahaan
akan melarangnya membawa Jae Soon. Lee Soo Man dan Tak Wu Man memang menjalin
pertemanan sesama pembisnis.
“Cha…
kalian sudah mengenalnya kan? Bagaimana cantik kan dia? Kalau saja aku belum
punya Seu Mi. Pasti…..”
“Hyung…..
aku sudah merekamnya dan akan melaporkan pada Seu Mi nuna” Hyuk
Jae memotong perkataan Young Joon sambil menggoyang-goyangkan handphonenya.
Mata Young Joon terlihat membesar dengan apa yang dilakukan Hyuk Jae.
“KAU!
Yang benar saja. Tidak mungkin aku selingkuh darinya. Aku akan melamarnya tahun
depan”
“JINJJA???”
semua member Super Junior terlihat syok mendengar penuturan manager mereka.
Begitu pula dengan Jae Soon, dia kaget dengan teriakan kompak dari semua member
Super Junior.
Young Joon tersenyum
lebar melihat reaksi para member Super Junior.
~~~~~~~~~~
Latihan sedang
berlangsung. Para member Super Junior terlihat sangat keras berlatih
koreografi. Terlihat sangat keren dimata Jae Soon. Dia yang sedari tadi duduk
di pojok tembok bersama Young Joon dan manager-manager Super Junior itu
terlihat sangat menikmati pertujukan yang disuguhkan oleh Super Junior.
Dia masih tidak bisa
percaya apa yang dilihatnya sekarang ini. Terlihat sangat nyata sekali. Mungkin
dialah lucky fans yang sangat
beruntung dibanding lucky fans yang
lainnya.
Super Junior akan
melanjutkan konser mereka ke Taipei. Ya, Super Junior sedang melaksanakan
latihan untuk persiapan World Tour
mereka yang bertajuk Super Show 4 di Taipei, Taiwan pada 2-5 Februari 2012 mendatang,
sekitar 2 minggu lagi.
Latihan selesai, mereka
terlihat sangat lelah sekali. Jae Soon sangat iba melihatnya. Keringat yang
bercucuran dari wajah mereka mengisyaratkan bahwa mereka berlatih sangat keras.
Dia teringat bahwa dia pernah mengatakan ingin sekali mengusap keringat mereka
dan tersenyum untuk mereka disaat mereka merasa lelah. Jae Soon terseyum tipis
mengingat perkataannya itu. Dia ingin sekali mengusap keringat mereka
satu-satu, namun dia tidak punya keberanian untuk itu.
Member Super Junior
menghampiri tempat dimana Jae Soon dan manager-manager mereka duduk. Jae Soon
menunduk menyadari mereka menuju ke arahnya, dia lalu memainkan handphonenya
untuk menghilangkan rasa gugup itu.
Dia menulis sesuatu di
akun twitternya.
Tweet : I can’t believe. They are in front of me….
What should I do?
Dia juga mengirim
mention pada Eunhyuk.
Tweet : @AllRiseSilver
:”)
Jae Soon terlihat
sangat menikmati smartphonenya sehingga tidak menyadari bahwa seseorang sedang
menatapnya. Tidak jauh dari tempat duduk Jae Soon, terlihat Hyuk Jae sedang
menatapnya, entah itu tatapan apa yang dilayangkan Hyuk Jae pada Jae Soon.
~~~~~~~~~~
-1.30 pm café near SM building-
Jae Soon, Young Joon,
Seu Mi, member Super Junior dan manager-manager Super Junior terlihat sedang
menyantap makan siang mereka. Mereka sedang berada di café yang letaknya tidak
jauh dengan SM building. Jae Soon
memesan beef bulgogi, salah satu
makanan Korea yang dia sukai.
“Hyung.
Tolong translate-kan pembicaraan kami” Leeteuk memulai
pembicaraan di antara mereka. Young Joon menganggung.
“Jae
Soon, kau akan kuliah di Seoul University? Kenapa kamu mengambil bahasa Korea?”
Leeteuk memandangi Jae Soon. Kagiatan makan Jae Soon terhenti, dia melihat ke
arah Leeteuk yang sedang memandanginya. Dia lalu menatap Young Joon.
“Dia bertanya kau
kuliah di Seoul University? Kenapa mengambil bahasa Korea?” jelas Young Joon
pada Jae Soon.
Jae Soon menatap
Leeteuk yang sedang tersenyum menunggu jawaban darinya.
“Iya. Karena aku ingin
mengerti kalian, mengerti bahasa kalian dan mengerti budaya kalian. Jika perlu,
suatu saat nanti aku sudah sangat mahir berbicara bahasa Korea aku ingin
menjadi translater kalian jika kalian mengadakan konser di Indonesia” jelas Jae
Soon sambil menunduk memandani piring makan siangnya.
Young Joon kembali
mengulang perkataan Jae Soon lalu meyampaikannya kepada Leeteuk deng
menggunakan bahasa Korea. Leeteuk terlihat kagum dengan tujuan Jae Soon.
“Kenapa?
Kenapa harus kami?” ucap Yesung melirik Jae Soon.
Young Joon kemudian
menyampaikan kembali apa yang dikatakan Yesung pada Jae Soon menggunakan bahasa
Indonesia.
“Karena kalian telah
merubah sebagian hidupku. Kalian adalah insprirasiku. Bukan hanya aku yang
berfikir seperti itu. 99% ELF akan mengatakan itu” jelas Jae Soon, yang
kemudian di sampaikan lagi oleh Young Joon pada member Super Junior. Begitulah
seterusnya. Young Joon seakan-akan menjadi translater bagi Jae Soon juga member
Super Junior.
“Begitukah?
Apa yang kami perbuat sehingga membuat sebagian hidupmu berubah?”
tanya Donghae yang penasaran dengan penuturan Jae Soon.
“Kalian tahu? Sebelum
aku mengenal kalian, tepat 3 tahun yang lalu aku sering sakit hati oleh
laki-laki. Aku sering menangisi laki-laki tak berguna itu. Namun setelah aku
mengenal kalian, tahu tentang kalian, menjadi bagian dari ELF juga bagian dari
kalian. Aku seakan tidak akan pernah merasakan sakit hati” tutur Jae Soon
terlihat sangat mendalami kata-katanya. Begitu juga member Super Junior.
“Woah~
kami sangat berterima kasih kepada fans kami. Kami juga berterima kasih pada
mu” ujar
Leeteuk sambil tersenyum pada Jae Soon.
“Kenapa harus berterima
kasih oppa? Bukankah aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih pada kalian?”
“Jangan
begitu.. jika kau tidak ada, maka kami tidak akan ada. Berkat fans yang
mendukung dan selalu mendukung kami” ucap Leeteuk.
Jae Soon tersenyum pada
Leeteuk. Dan senyumannya mampu membisukan semua yang ada di meja tersebut.
Sangat cantik dan sangat indah dipandang.
Young Joon yang
menyadari itu lalu berdehem membuat semua orang sadar kembali.
==========
-1 week later-
Hari ini adalah hari
pertama Jae Soon menginjakan kakinya di Seoul University, tempat baru
kuliahnya. Dia murid baru disini.
Jae Soon diantar Tak Wu
Man juga Tak Young Joon. Tak Wu Man sedang berbibara dengan kepala
universitasnya, Jae Soon dan Young Joon berjalan menuju kelas yang ditunjukan
oleh pegawai Seoul University itu.
“This
is your class” ujar wanita itu pada Jae Soon.
Jae Soon terlihat gugup
sekali.
“Jangan terlalu gugup.
Tunjukan senyum manis mu itu” Young Joon berusaha menenangkan Jae Soon yang
terlihat sanagt gugup memasuki kelas barunya.
“Oppa gomawo.. tolong
sampaikan terima kasihku pada om Wu Man”
“Baiklah. Masuklah.
Telepon oppa jika sudah selesai eum..” kata Young Joon mengusap kepala Jae
Soon. Jae Soon mengangguk lalu memasuki ruangan kelasnya.
Ketika Jae Soon
memasuki ruang kelas barunya, semua mata mahasiswa yang berada didalam kelas
tertuju pada Jae Soon. Para laki-laki berdecak kagum pada Jae Soon.
“Saudara-saudara
kita mempunyai teman baru dari Indonesia. Nona silahkan perkenalkan dirimu” tegur
dosen pria pada Jae Soon. Jae Soon mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti apa
yang dikatan dosen itu.
“Oh
I’m sorry. You can not speak Korean. Please introduce your self”
katanya lagi. Jae Soon lalu tersenyum.
“Hallo.. My name is Park Jae Soon. I’m from Indonesia, I want to learn
Korean language. I need your help you guys. Nice to meet you, thank you”
ujar Jae Soon seraya menunjukan senyum manisnya. Semua orang yang berada
didalam kelas memandangi Jae Soon kagum, tidak hanya para pria namun juga
wanita memandangi Jae Soon kagum dengan kecantikannya.
“Okay
Park Jae Soon… you can seat down in there” ucap dosen Kim
pada Jae Soon.
“Thank
you sir” ujar Jae Soon. Dia menuju ke tempat duduk yang
ditunjuk oleh pria paruh baya tersebut.
To
be countinue…