GREAT MOMENTS

Sunday, October 13, 2013

0 comments

Till now I've watched 4th concert of my idol. There are:
  • Super Show 4 in Indonesia
  • SMTOWN live in Jakarta
  • Music Bank in Jakarta
  • Super hsow 5 in Indonesia
I hope I can watch the next next next and next concert of my idol! Amin~

[FF] Dreams Come True (Part 1)

Saturday, July 20, 2013

0 comments

Cast : Park Jae Soon (OC)
         Lee Hyuk Jae
         Tak Young Joon
         Super Junior’s member
         And other cast you can find here

>>> DISCLAIMER! CERITA INI MURNI DARI OTAK DAN PIKIRAN SAYA! <<<

Park Jae Soon POV
Hari ini adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu sejak 1bulan lalu setelah ayahku menawarkan dan menyatakan akan menguliahkanku di universitas Seoul, Korea Selatan. Kenapa begitu senang? Karena itu adalah impian ku sejak 4 tahun lalu. Ya, aku ini orang Indonesia asli, Park Jae Soon adalah nama Korea ku, dan aku memutuskan untuk memakai nama itu selama di Korea nanti.  Umurku 20 tahun. Aku sudah mengenal dan mengagumi gelombang hallyu sejak 4tahun yang lalu. Dan kau tahu aku ini ELF! Everlasting Friend! Hoho… tentu saja aku sangat senang bisa ke Korea karena aku bisa sering bertemu SUPER JUNIOR! OMG I can’t wait for the day!
Ayah mempunyai kerabat dekat di Seoul sana dan sudah memberitahukan bahwa aku akan ke Seoul dan berkuliah di sana selama kurang-lebih 3-4tahun. Kerabat ayah sangat tidak keberatan dengan akan adanya aku di rumah mereka, karena ku dengar mereka hanya mempunyai 2 anak laki-laki dan ingin merasakan mempunyai anak perempuan, mungkin aku akan diurus baik oleh mereka, mungkin. Haaahh…. rasanya sudah tidak sabar merasakan sejuknya kota Seoul.
-flash back-
Hari senin adalah hari yang sangat melelahkan bagiku. Kenapa begitu? Dari semua hari, hanya hari senin yang membuatku cukup menguras otak dan tenaga. Kuliah dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore siapa yang tidak cape? Pulang dari kampus aku sangat lemas, sangat malas rasanya berbicara dengan orang rumah. Setelah 1jam berdiam dan hanya bermalas-malasan di kamar, aku putuskan untuk pergi mandi. Ketika keluar kamar, ayah tiba-tiba memanggilku, tidak seperti biasanya.
“Jae soon kemarilah, ayah mau bicara” panggil ayah dari ruang keluarga saat terdengar suara pintu kamarku terbuka. Aku langsung menuju ruang keluarga, malas untuk menjawab karena merasa sangat lelah sekali >_<
“Jae-a apa kamu ingin kuliah di Seoul?” Kenapa ayah tiba-tiba menanyakan hal itu? Aku memang pernah mengatakan kalau aku ingin berkuliah di Seoul, tapi itu sudah 1 tahun lalu aku mengatakan itu.
“Hah? Ya tentu mau yah! Siapa yang tidak mau kuliah di Seoul, itukan memang impian ku sejak 4tahun lalu” sambut sumringah dariku.
“Sungguh? Apa kalau kau kuliah disana nilaimu anak meningkat?” Ini kenapa tiba-tiba menjadi seserius ini ayah berbicara? Tidak seperti biasanya.
“Ya mungkin saja meningkat” Jawabku sekenanya.
“Kau ingin mengambil jurusan apa disana jika kau benar-benar kuliah disana?”
“Mungkin mengambil Sastra lagi. Sastra Korea yang akan aku ambil nanti, karena les bahasa Korea di Indonesia itu tidak cukup. Ayah kenapa tiba-tiba nanya itu? Apa ayah akan menguliahkanku di Seoul?” tanyaku penasaran pada ayah.
“Jika kau ingin sekali dan ingin meningkatkan prestasi kamu, ayah tidak akan melarang dan akan mendukungmu. Jika ingin, ayah akan mendaftarkanmu di universitas Seoul sana dengan jurusan sastra Korea” DEG! Apa???? Semalam aku mimpi apa?? Kenapa ayah tiba-tiba seperti ini?? Umpatku dalam hati dengan ekspresi yang sangat terkejut. “Ayah punya teman dekat disana dan kau akan tinggal dirumah teman ayah” mendengar penuturan ayah, aku mematung tidak tahu mau mengatakan apa.
“Ayah serius? Ayah tidak bohong? Ayah jangan membuat aku senang dan tiba-tiba gondok dengan bualan ayah itu…” Cibirku pada ayah.
“Tentu saja ayah serius. Ayah tidak pernah bermain-main jika itu menyangkut pendidikan anak ayah sendiri” omel ayah sedikit kesal kelihatannya karena aku tidak percaya kepadanya. “Bulan depan kau akan berangkat, jadi persiapkan apa saja yang harus di bawa. Ingat, disana masih musim dingin, jadi bawa jaketmu yang banyak kalau perlu beli yang baru” aku semakin mematung mendengar penuturan ayah barusan. Bulan depan?? Oh Gosh! Mimpi apa aku semalam?
“ooo..” hanya itu yang bisa ku keluarkan dari mulutku.
“Yasudah, mandi dulu sana ayah menghubungi teman ayah dulu memastikan kalau bulan depan kau akan berangkat” ucap ayah sambil mengotak-atik handphone nya. Mungkin sedang mencari contack teman ayah? Entahlah, yang jelas perasaanku sedang dilanda antara senang, bingung, dan tidak percaya. Aku segera meluncur ke kamar mandi. Selama mandi pikirianku sangat tidak tenang memikirkan dan mencerna apa yang tadi ayah katakan tentang aku akan kuliah di Seoul.
-flashback END-
Hari ini aku sudah berada di bandara Soekarno Hatta untuk berangkat menuju Seoul. Ayah, ibu, adik laki-lakiku dan beberapa saudaraku ikut mengantarku dan menunggu pesawat. Aku gugup sekali karena untuk pertama kalinya berangkat ke luar negeri sendirian, tapi di Seoul sana teman ayah akan menjemputku.
Panggilan untuk penumpang yang akan berangkat menuju Seoul pun telah berkumandang. Aku segera bergegas menuju pintu masuk. Sebelum itu, aku pamit dan berpelukan dengan sanak saudaraku tidak lupa dengan kedua orang tuaku juga adikku. Nangis? Tentu iya, aku akan sangat merindukan mereka untuk 3-4 tahun kedepan.

==========

-Incheon Air Port-
“Wuuuaaaahhhh!!!! Seoul! Oh my God…. Aku masih tidak percaya aku sudah berada di Seoul sekarang!” kagumku setelah keluar dari gath pesawat. Orang-orang melihat aneh kearahku mungkin berpikiran aku ini aneh? Haha masa bodo yang jelas aku sangat senang! Tapi ngomong-ngomong dimana teman ayah? Kok tidak kelihatan batang hidungnya? Bagaimana kalau tidak menjemputku? Takutku sambil celingak-celinguk mencari seseorang, yang benar saja, bertemupun aku belum pernah dengan teman ayahku itu. Hanya sekali menghubinginya lewat telepon.
Tidak lama setelah aku menunggu ditempat yang sudah ditentukan Tak Wu Man ahjussi karena mungkin takut aku kesasar di Incheon nantinya. Ada laki-laki yang mungkin seumuran dengan ayah mendekatiku, takut? jelas iya takut sekali. Baru pertama kali keluar negeri sendirian dan dihampiri orang asing? Aku sedikit mundur dan menunduk karena takut.
“Kau… Jae Soon? Park Jae Soon? Anak dari Park Min Jung?” Tanya laki-laki itu dengan menggunakan bahasa Indonesia sambil melihat ke smartphonenya.
“Ya? I iya.. anda siapa?” tanyaku gugup karena sungguh aku takut sekali. Takut di culik.
“Oh benarkah? Wuah akhirnya ketemu juga! Ini saya om Wu Man teman ayahmu itu. Dan dilihat dari foto ini sepertinya lebih cantik aslinya” sapa Wu Man ahjussi sambil tersenyum. Haha dasar om om genit, tapi aku tahu dia hanya bercanda.
“Benarkah ini om Wu Man?” tanyaku masih tidak percaya.
“Iya benar ini om. Selamat datang di Seoul!” senyum lebar Wu Man ahjussi menyambutku. Aku hanya tersenyum tipis.
“Oya, ayo kita kerumah” ajak beliau.
“Ne…” jawabku sambil tersenyum.
Aku dijemput dengan menggunakan mobil pribadi sekaligus supirnya. Aku dengar dari ayah, om Wu Man cukup kaya. Mungkin aku akan hidup senang selama 4tahun kedepan hoho...
“Om dengar dari ayah kau sudah pernah belajar bahasa Korea? Apa sudah lancar?” Tanya Wu Man ahjusi memulai pembicaraan.
“Iya om pernah, hanya beberapa bulan saja dan itu sangat membingungkan” jawabku dengan ekspresi canggung.
“Jadi kau kesini tidak bisa berbicara Korea? Bagaimana bisa kau berkomunikasi nanti?” ledek Wuman ahjusi.
“Itulah om yang aku pikirkan sejak satu bulan lalu. Tapi aku bisa bahasa Inggris cukup fasih” jawabku sedikit berbohong. Memang betul aku kuliah di sastra Inggris, tapi berbicara dengan fasih itu masih jauh dengan kata iya. Namun berbohong demi kebaikan diri tidak apa-apakan?
“Oh ya om lupa kalau kamu di Indonesia kuliah sastra Inggris” sambut ramah Wu Man ahjussi. “Selama di Seoul kau akan di temani oleh anak om, dia laki-laki emang, tapi jangan takut karena dia orangnya baik dan om sudah memberitahu dia kalau akan ada kamu kesini, dan om hawatir kau akan kesulitan berkomunikasi dengan orang-orang disini” tuturnya lagi. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum kepadanya. Aku dengar dari ayah kalau anaknya om Wu Man itu bekerja di perusaah artis Korea dan jadi manager artis. Detailnya aku tidak tahu karena ayah hanya tahu itu saja -___-
“Om dengar dari ayahmu kalau kamu sangat menyukai Super Junior, apa itu benar?” Tanya Wu Man ahjussi lagi.
“Hehe iya om..” jawabku sambil nyengir senang.
“Kau tahu anak laki-laki om kerja dimana?”
“Tahu om, kata ayah, Young Joon oppa bekerja di perusahaan artis Korea dan jadi manager artis” jawabku sekenanya.
“Iya betul. Dan kau tahu dimana ia bekerja?” Tanya nya lagi.
“Tidak om. Ayah hanya memberi tahuku itu saja” Jawabku lagi.
“Young Joon bekerja di label perusahaan SM Entertainment” Jang jaaanng….. seketika aku melongo mendengar penuturan om Wu Man. “Tidak usah sekaget itu…” Tawa om Wu Man.
“Eh ehm.. yang benar om?!! Aku hanya sedikit kaget saja om…” Elak ku.
“Nanti kau tanya sendiri pada Young Joon. Om sudah mengatakan bahwa akan ada kau kesini, dan dia sepertinya tidak keberatan menjadi kamusmu selama di Seoul” tuturnya sambil tertawa.
Selama perjalanan menuju kediaman Tak Wu Man ahjussi aku terus mendecak kagum karena melihat gedung-gedung yang ada di kota Seoul. Rumah Wu Man ahjussi terletak di pertengahan kota Seoul.
30 menit lebih perjalanan dari Incehon air port akhirnya aku sudah sampai di kediaman beliau. Sekali lagi, aku mendecak kagum. Bagaimana tidak, rumahnya lebih besar dari rumahku, 2 lantai dan memiliki taman yang luas untuk parkir mobil. Aku disambut hangat oleh istri Tak Wu Man ahjusi. Dia cantik, orang Korea asli sih…
Setelah mengeluarkan koper-koperku dari bagasi mobil, aku dibantu oleh pelayan rumah ini membawanya kedalam kamarku, aku membawa 3 koper besar dan jangan tanya aku membawa apa saja hoho.. Hidup 4 tahun di negara orang bukanlah sebentar jadi aku memepersiapkan dengan baik.
“Ini akan menjadi kamarmu selama kamu tinggal disini, nikmatilah dan anggap rumah sendiri. Jangan sungkan-sungkan bila membutuhkan sesuatu” tunjuk Tak ahjumma padaku dengan menggunakan bahasa Indonesia yang terdengar lucu dengan logat Koreanya.
“Ne ahjumma.. gamsahamnida” jawabku menggunakan bahasa Korea ku.
“Ahjumma? Jangan panggil aku dengan ahjumma. Panggil aku tante Su Bin” jawabnya dengan tegas.
“Eo? Mianhae tante… Jeongmal mianhae” jawabku merasa bersalah salah sambil membungkukan diri padanya.
“Aah.. gwaenchana Jae Soon-a.. Kau sangat manis sekali..” Pujinya terhadapku, aku hanya hanya tersenyum malu mendengar pujian dari tante Su Bin. “Oke silahkan masuk dan istirahatlah kemudian nanti turun kebawah untuk dinner. Annyeong~” suruhnya sambil tersenyum.
“Ne tante, terima kasih..” jawabku ramah sambil menutup pintu kamarku.
Author POV
Setelah menutup pintu kamarnya, Jae Soon membalikan dirinya dan berdecak kagum dengan perabotan yang disiapkan baik oleh keluarga Tak. Apa mereka menyiapkan ini semua untukku? pikirnya dalam hati. Jae Soon berkililing menulusuri kamar barunya yang akan ia tempati selama tinggal di Seoul. Kamarnya berada tepat menghadap kolam renang pribadi milik keluarga Tak Wu Man dan mempunyai empat jendela. Dengan kasur yang luas, meja rias, lemari yang besar, meja belajar, dan kamar mandi dengan bath up yang berada didalam kamarnya. Memungkinkan kalau ia akan betah didalam kamar itu. Setelah berkeliling kamar, ia memutuskan untuk membereskan barang bawaannya ke dalam lemari.
Park Jae Soon POV
 “Selesai!!!! Wuah akhirnya selesai juga membereskan semua barang bawaan ku” teriakku saat selesai menyimpan barang-barangku ke tempat yang semestinya.
Setelah membereskan barang bawaanku, kuputuskan untuk pergi mandi.
Setelah sudah selesai mandi dan memakai baju santai, aku turun kebawah menuju dapur untuk menemui tante Su Bin. Rumah ini sepi sekali, pada kemana anak-anaknya? Setelah sampai di dapur, aku melihat tante Su Bin sedang memotong-motong sayuran yang dibantu oleh seorang wanita paruh baya, mungkin pembatunya. Tante Su Bin menyadari kehadiranku dan langsung menyambutku.
“Annyeonghasaeyo tante” sapaku.
“Eo? Annyeong Jae~” sapanya ramah sambil tersenyum. Wanita paruh baya yang sedari tadi sibuk memasak sesuatu itu pun menoleh ke arahku kemudian tersenyum dan membungkukan dirinya, ku balas juga demikian.
“Tante, anak-anak tante pada kemana? Kok sepi sekali dirumah ini?” tanyaku sambil duduk di kursi pantry.
“Anak tante yang pertama Young Joon sedang bekerja dan pulangnya selalu larut malam, terkadang tidak pulang dan menginap dirumah temannya. Anak tante yang kedua dia sedang kuliah di London dan mungkin akan kembali 3 tahun lagi. Rumah ini sangat sepi di siang hari, pada malam haripun terkadang begitu, makanya tante sangat senang jika akan ada anak perempuan dari teman suamiku yang akan kuliah di Seoul dan akan tinggal disini” jawabnya yang awalnya terlihat sedih kemudian tersenyum saat melihatku. “Kau tahu tante selalu kesepian, semua anak tante laki-laki dan terkadang tante selalu pergi keluar dengan teman tante untuk sekedar ke salon” jawabnya lagi sambil matanya terlihat seperti membayangkan sesuatu.
Makan malam pun tiba, aku duduk dimeja makan sebelah Wu Man ahjusi dan didepan Su Bin ahjuma. Makan malam yang sangat sunyi dan tenang. Tidak seperti dirumahku yang selalu ribut dengan adik laki-lakiku. Ngomong-ngomong soal rumah, aku belum mengabari orang tuaku kalau aku sudah sampai Seoul. Haha mereka pasti sedang memikirkanku.
“Young Joon oppa belum pulang om?” tanyaku saat menyadari Young Joon oppa anak sulungnya yang belum terlihat batang hidungnya.
“Dia sepertinya akan pulang larut lagi. Nanti om kasih tahu kalau sudah pulang” jawabnya sambil tersenyum.
Setelah selesai makan malam, aku ikut membereskan bekas-bekas piring kotor namun tiba-tiba tante Su Bin melarangku. “Jae Soon jangan, biarkan para pelayan saja yang mengerjakan arraseo? Kalau sudah selesai kau pergi tidur saja, besok Young Joon akan mengajak mu jalan-jalan keliling Seoul sebelum minggu depan kau mulai kuliah” tutur tante Subin padaku.
Aneh sekali, aku kan hanya tidak enak saja karena merasa menumpang dirumah ini, masa aku tidak mengerjakan apa-apa.
“Ne tante.. jaljayo om, tante Jae Soon tidur duluan” sapaku pada mereka berdua yang sedang bersantai di ruang keluarga.
“Ne jaljayo Jae Soon-a” sahut mereka berdua sambil tersenyum padaku. Kemudian aku langsung menuju kamar.
Malam pertama aku tidur ditempat orang dengan kasur yang sangat luas, terasa kesepian sekali. Walau dirumah ku juga memang aku tidur sendiri tetapi tidak dengan kasur yang sebesar ini. Ngomong-ngomong aku belum mengabari mereka. Kulihat jam sudah pukul 10 malam, itu artinya di Indonesia masih jam 8 malam. Kuputuskan untuk menelpon ayah.
Tuutt… tuutt…
“Hallo. Jae-a kenapa baru menelpon? Ayah mau menelponmu tapi tidak tahu nomor hp mu yang di Korea” protes ayah di balik hp sana.
“Ayah kenapa tidak menyambutku malah memarahiku begitu?” jawabku sambil cemberut dan aku yakin ayah tahu kalau aku sedang cemberut karena nada bicaraku sedikit manja.
“Ayah khawatir bukan marah sayang. Bagaimana om Tak Wu Man dan tante Tak Su Bin?” tanya ayah.
“Mereka sangat baik dan menyambut dengan hangat saat aku tiba disini. Dan ayah tau? Aku disiapkan kamar besar disini dengan perabotan kamar yang cocok denganku” jawabku dengan sambil senyum-senyum sendiri.
“Baguslah kalau begitu, tadi ayah mendapat telepon dari Wu Man kalau kamu sudah berada di rumahnya” tutur ayah “Ini ibu mu ingin berbicara”
“Jae-a bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah makan? Bagaimana mereka baik tidak padamu?” tanya ibu yang sangat tidak sabar menunggu jawaban dariku.
“Kabarku baik bu, sudah barusan bersama mereka dan mereka juga sangat baik padaku, buktinya saja mereka memberikan kamar besar ini padaku. Oya bu, besok aku akan di ajak jalan-jalan keliling kota Seoul bersama anak sulung mereka Young Joon oppa” cerita panjang lebarku pada ibu.
“Baguslah ibu sangat senang mendengar itu. Jaga dirimu baik-baik dan jangan buat mereka repot dengan kehadiranmu” kata ibu yang sepertinya memperingatkaku secara halus.
“Iya bu aku tahu itu..” kataku lagi.
“Disana sudah jam berapa?” tanya ibu.
“Disini sudah jam 10 malam. Disana jam 8 malam kan bu?” tanyaku balik.
“Iya disini jam 8 malam. Yasudah kau tidur sana, jaga dirimu baik-baik dan sering-sering kabari kami” tutur ibu.
“Iya bu.. aku tidur ya. Dadah ibu.. I miss you” ku tutup telponku. Kurasa aku ingin menangis karena rindu keluargaku. Hey ini baru 1 malam, bagaimana dengan 4 tahun?? aahh… aku pasti akan sangat merindukan ibu yang cerewet, ayah yang selalu memanjakanku, adik laki-laik ku yang sangat menyebalkan aku akan sangat merindukan mereka >_<
==========
-6 am- Aku sudah bangun dari jam 5 pagi tadi dan langsung bergegas mandi, karena kamar madi dirumah ini sudah ada penghangat air otomatis jadi aku tidak khawatir akan kedinginan. Di rumahku, aku memang sudah terbiasa bangun pagi.
Aku lihat di cermin mataku terlihat sembab akibat menangis semalam, bagaimana ini jika ketahuan keluarga Choi bisa malu aku.
-6.30 am- Haus sekali rasanya, aku ingin mengambil minum di dapur. Aku sudah berpakaian rapi saat ini. Memakai dress di atas lutut dengan warna pink lembut, pagi-pagi aku sudah seperti mau kemana saja. Tapi masa iya aku harus memakai baju tidurku lagi. Saat aku sampai didapur aku melihat sosok laki-laki yang tingginya melebihiku. Aku gugup dan malu, sepertinya laki-laki itu menyadari kehadiranku, kemudian ia menoleh dan seperti kaget? Mungkin, aku tidak tahu tatapan apa itu. Aneh sekali rasanya di tatap orang seperti itu. Aku senyum canggung dan membungkukan diri. “Annyeonghasaeyo, kamu pasti Tak Young Joon oppa putra sulung om Wu Man..?” tanyaku ramah. Namun kenapa ia masih seperti patung? Hanya berdiam dan terus menatapku aneh?? -___- laki-laki itu tersadar kemudian mendehemkan tenggorokannya. “Annyeonghasaeyo, ne Tak Young Joon imnida. Wah kau pasti Park Jae Soon kan??? Kau berbeda sekali dengan foto yang ditunjukan appa padaku. Kau lebih cantik aslinya di banding di foto” pernyataan Young Joon oppa membuatku malu, dia sama saja dengan ayahnya suka menggoda -___-
“Ne oppa, Park Jae Soon imnida. Oppa bisa berbicara bahasa Indonesia juga? Oppa kan lahir di sini?” tanyaku kagum padanya.
“Aku kan masih punya darah Indonesia juga. Setiap tahun aku selalu menyempatkan diri untuk berlibur ke rumah sanak saudara dari appa. Walau aku sedikit memaksa pada atasanku kalau aku ingin berlibur” tuturnya dengan muka yang lucu. Aku akui Young Joon oppa cukup tampan, walau sedikit terlihat dewasa, namun tidak setampan dan berkarisma 13 Superman ku Super Junior kkkkk.
“Kau kenapa tertawa sendiri?” tanya Young Joon oppa saat melihat aku cekikian sendiri. Ya ampun malu sekali aku baru pertama bertemu tapi membawa kesan memalukan.
“Tidak ada oppa. Aku haus jadi tenggorokanku sedikit kering” tuturku tidak nyambung.
“Oh begitu baiklah. Oya, kau sudah tahu kita akan berkeliling dengan ku hari ini?” tanya nya.
“Ne aku sudah tahu dari tante Su Bin” jawabku ramah.
“Tante?? Hahahahahaha dasar eomma.. kenapa ingin sekali dipanggil tante dia?” tawanya yang ditujukan kepada eomma nya itu. Aku menatap bingung. “Kau tahu Jae Soon? Eomma itu ingin sekali dipanggil tante karena keponakan-keponakannya tidak ada yang mau manggil dia tante” ledeknya lagi. Aku hanya tertawa canggung.
“Wah wah… kalian ternyata sudah akrab ya..” suara tante Su Bin tiba-tiba muncul dibelakangku. Aku tersenyum sambil membungkuk.
“Jae Soon? Kau sudah mandi? Cantik sekali pagi ini” tanya tante Su Bin yang juga membuatku malu dengan pernyataan cantik itu.
“Ne tante aku sudah mandi. Aku sudah terbiasa mandi pagi dirumah, tapi disini untungnya sudah ada penghangat air otomatis jadi aku tidak perlu menghangatkan air memakai kompor hehe” terang ku jujur.
“Kau di Indonesia masih suka mandi pakai air hangat?? Disana kan sangat panas masa iya mandi pakai air panas?” tanya Young Joon oppa yang aku tahu itu pasti meledekku. Aku terdiam sambil menatap Jae Min oppa tak percaya karena meledeku. Yang benar saja, baru pertama kali bertemu dan sudah berani mengejeku seperti ini?? Apa kabar nanti 4 tahun?? aku mengerutkan bibir tanda aku tidak suka.
“Sudah-sudah…. Ya! Young Joon-a lihat Jae Soon marah gara-gara kau!” marah tante Su Bin pada anak sulungnya.
“Hahaha… kau marah terlihat lucu sekali. Ku ingatkan dari sekarang, jangan bertingkah laku seperti itu atau kau akan habis di godain oleh para member” tawanya sambil mengacak-ngacak rambutku kemudian pergi ke meja makan. Apa dia bilang? Akan habis di godain para member? Apa maksudnya?
“Jae Soon-a ayo kita sarapan, jangan dipikirkan perkataan Young Joon, dia memang suka bersikap seperti itu” tante Su Bin menyadarkanku dari lamunanku. Yang kemudian disambut senyum kaku dariku.
-meja makan-
“Selamat pagi Jae Soon. Apa tidurmu nyenyak tadi malam?” sapa ramah om Wu Man padaku.
“Selamat pagi om, sebenarnya sedikit tidak nyenyak mungkin malam pertama aku tidur di tempat yang sangat jauh dari orang tua. Mungkin nanti akan terbiasa” sambutku sedikit terlihat sedikit sedih.
“Begitukah? Mungkin kamu belum terbiasa saja” jawabnya lagi. Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan om Wu Man.
“Kau mau kemana lagi Young Joon-a? Bukankah hari ini kau akan mengajak Jae Soon berjalan-jalan?” tanya om Wu Man setelah melihat putra sulungnya sudah rapi.
“Ne arraseo appa, aku akan mengajak dia ke suatu tempat yang pasti Jae Soon sangat suka” jawab Young Joon oppa sambil memamerkan senyuman anehnya. Sangat aneh.
“Kau mau mengajaknya kemana memang? Jangan bilang kau mau mengajak dia ke…” omongan om Wu Man menggantung karena melihat instruksi dari putra nya yang memegang telunjuknya di bibir menandakan untuk jangan bicara. Om Wu Man seperti mengerti apa maksud putranya pun hanya berdiam sambil senyum penuh arti. Aku mencium kegelapan disini. Tidak anak tidak ayah sama saja -____-
Sarapan pagi pun selesai dan aku naik ke kamarku untuk mengambil tasku dan memakai jaket. Aku sudah ditunggu Young Joon oppa di bawah. Aku tidak tahu dia mau mengajak ku kemana.
“Oppa.. kaja” kataku lembut saat melihat Young Joon oppa sedang memainkan smartphonenya.
“Eo? Kaja. Eomma, appa kita pergi” teriaknya pada kedua orang tuanya. Om Wu Man dan tante Su Bin pun muncul mengantar kami sampai depan rumah.
“Ingat Young Joon-a jaga dia baik-baik. Jangan sampai para member menggodanya dan kau diam saja” tegas tante Su Bin pada putranya.
“Okeee…. Aku bisa diandalakan. Tapi aku tidak jamin kalau para member tidak menggodanya hahahaha” tawa Young Joon oppa. Aku hanya melihatnya bingung.
“Om, tante aku pergi…!” sahutku dengan semangat.
“Ne.. bersenang-senanglah” teriak mereka berdua saat mobil Jae Min oppa mulai jalan.
==========
Selama di perjalanan aku melihat ke pinggir jalan, melihat-lihat suasana kota Seoul di pagi hari. Dingin memang, karena ini masih musim dingin dan suhu meunjukan 7° C. Aku sepertinya salah kostum. Aku memakai baju yang di atas lutut, memakai jaket yang membuka leher, memakai sepatu booth sampai betis. Namun tetap terasa dingin. Aku menggosok-gosokan kedua tanganku karena kedinginan.
“Kau ini… sudah tahu masih musim dingin dan kau memakai dress??” tanya Young Joon oppa tiba-tiba.
“Aku tidak tahu kalau sedingin ini oppa” jawabku sedikit gemetar karena dingin.
“Yasudah nanti aku minta pinjamkan jaket” sahutnya lagi.
“Pinjamkan jaket? Sama siapa?” tanyaku.
“Nanti juga kau tahu” jawabnya sambil nyengir. Menyebalkan sekali >_<
“Kita mau kemana memangnya? Emangya tempat wisata jam segini sudah ada yang buka? Ini kan masih jam setengah sembilan pagi” kataku polos.
“Kita mau ketempat kerjaku. Kau ingin tahu kan aku bekerja jadi apa? Kata appa kemarin kau tidak percaya kalau aku bekerja menjadi manager artis. Jadi aku akan menunjukan sesuatu yang akan kau sukai” jawabnya lagi.
“Bukan tidak percaya tapi……” jawabku. Aku bingung mau jawab apa, karena memang aku tidak percaya kalau Young Joon oppa bekerja di perusahaan SM Entertainment.
==========
Perjalanan menuju tempat kerja Young Joon oppa hanya memakan waktu 30 menit, mungkin suasananya masih pagi jadi tidak macet. Macet? Memangny seperti di Jakarta dan Bandung macet -___-
Mobil Young Joon oppa menuju basement tempat parkir mobil. Ini seperti sebuah hotel? Apartemen? Sebenarnya dia kerja sebagai apa sih? Masa tempat kerjanya di sebuah apartemen? Jadi pembantukah?? Aku cekikian sendiri saat memikirkan itu. Young Joon oppa yang menyadari aku tertawa sendiri.
“Hei Jae Soon kenapa kau tertawa sendiri? Jangan perlihatkan sikap seperti itu, atau kau akan disamakan dengan si nyok..” celotehnya yang kemudian tiba-tiba diam seribu kata saat mau mengatakan kalimat yang terakhir tapi tidak jadi.
“Disamakan dengan siapa oppa?” tanyaku dengan polosnya.
“Ah.. ani. Kaja!” ajak Young Joon oppa sambil menarik tanganku.
Kita menaiki lift yang menuju lantai 11, tombol yang di tekan oleh Young Joon oppa. Sesampainya di lantai 11, tanganku ditarik kembali oleh Young Joon oppa. Sebenarnya ini tempat apaan sih??
“Oppa.. oppa setiap hari bekerja seperti ini?” tanyaku karena penasaran.
“Kau jangan berfikir kalau aku bekerja sebagai pembantu disini?? Hahahahaha dasar kau ini” sahutnya sambil mengacak-ngacak rambutku. Bukannya menjawab malah mengacak-ngacak rambutku -____-
Tidak jauh dari lift, tibalah kita didepan pintu yang aku rasa didalamnya itu sebuah kamar atau ruangan. Aku melihat-lihat sekitar, sepi, menyeramakan sekali.
Kulihat Young Joon oppa menekan sebuah bel, kemudian ada suara di kotak suara yang aku tahu itu mungkin pengaman? Atau ada kamera tersembunyi. Aku tidak tahu Young Joon oppa berbicara apa dengan seseorang yang suaranya didalam speaker itu karena mereka berbicara memakai bahasa Korea. Yang aku tahu Jae Min oppa mengatakan “ne”. Tidak lama setelah itu pintu dibuka oleh seorang laik-laki. Tunggu dulu! Aku tidak salah lihat?? Ya Tuhan! Sungmin oppa??? Ke..kenapa disini? Didepanku? Didalam ruangan ini? Aku hanya menatap, mematung, tidak berkedip juga tidak berbicara apapun. Ingin rasanya aku berteriak seperti saat aku menonton konser mereka di Indonesia. Tapi kenapa rasanya sekarang beda? Aku menahan itu semua, mungkin sekarang mukaku sudah merah karena menahan semua keterkejutanku.
“Jae Soon-a… gwaenchanayo?” ku merasakan Young Joon oppa memegang bahuku untuk menyadarkan ku.
Author POV
“Hyung! Jadi ini saudara mu yang mau kuliah di Seoul?” tanya Sungmin pada Young Joon. Young Joon hanya tersenyum menjawab pertanyaan dari Sungmin.
“Suruh masuk,  dia kedinginan karena salah kostum” suruh Jae Min pada Sungmin.
(Yang di cetak miring mereka sedang berbicara dengan bahasa Korea)
“Eo? Silahkan masuk” sambut Sungmin sambil tersenyum pada Jae Soon. Jae Soon masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
“Jae Soon-a ayo kita masuk, katanya kau kedinginan? Tuh disuruh masuk sama idola mu kkkkk” ledek Young Joon yang tahu kalau Jae Soon masih tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya.
Jae Soon pun masuk keruangan tersebut mengikuti langkah Young Joon yang jalan mendahului Jae Soon. Sungmin yang di belakangnya mengikuti masuk juga. Ketika Jae Soon melepas sepatunya dia melihat banyak sekali sepatu berantakan dimana-mana. Ini pemandangan persis sekali dengan reality show yang sering ia tonton tentang kegiatan member Super Junior didalam dormnya.
Ya, sekarang ini Jae Soon sedang berada di dalam dorm Super Junior yang di lantai 11. Young Joon sengaja tidak memberitahukannya karena ingin membuat kejutan buat Jae Soon. Dan alhasil Jae Soon sangat-sangat terkejut dengan apa yang terjadi.
Ketika Jae Soon sedang mau berdiri dari posisi jongkok karena membuka sepatunya, tubuh Jae Soon tidak seimbang dan hampir jatuh. Ketika akan jatuh, dibelakang Sungmin segera memegang tangan Jae Soon yang sedari tadi tidak ia sadari kalau Sungmin masih di belakangnya. Alhasil Jae Soon jadi salah tingkah dan semakin merah mukanya karena menahan rasa ingin teriaknya.
Jae Soon hanya menunduk sambil membungkukan diri. Young Joon yang melihatnya pun ingin tertawa melihat Jae Soon bertingkah aneh seperti itu. Walau pertama kali bertemu, namun dia sering mendengar dari ayahnya Jae Soon dengan tingkah dia saat mendengar kata Super Junior.
Sungmin tersenyum melihat tingkah Jae Soon, dan mengisyaratkan untuk masuk kedalam. Jae Soon seperti mengerti, akhirnya masuk kedalam ruangan itu. Dia dituntun Young Joon unuk duduk di kursi berwarna putih krem.
Dia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat pagi ini. Apa benar ini nyata atau mimpi? Pertanyaan itu yang bersarang di pikirannya sekarang.
“Jae Soon-a, kau mau teh manis atau kopi?” tanya Jae Min yang mengagetkan Jae Soon yang sedang memikirkan banyak hal.
“Hah? Ne oppa?” tanya Jae Soon polos.
“Aish dasar… kau suka tidak teh? Atau kau suka kopi? Mau pilih yang mana?” tanya Young Joon lagi pada Jae Soon. Jae Soon seperti sedang berfikir.
“Tidak ada susu kah oppa? Aku tidak begitu suka teh apalagi kopi” jawab Jae Soon.
“ Sungmin-a kau punya susu tidak?” tanya Young Joon pada Sungmin yang sama-sama berada di dapur. Jae Soon mendengarkan baik-baik apa yang mereka bicarakan, walaupun tidak mengerti apa yang meraka bicarakan namun ia hanya ingin mendengarkan Sungmin berbicara.
“Ada, tapi rasa strawberry punya Hyuk Jae ” jawab Sungmin pada Jae Min. DEG! Perasaan Jae Soon semakin tidak karuan saat mendengar kata ‘Hyuk Jae’. Ya benar ini lantai 11, dorm yang dimana Eunhyuk ada disini.
“Boleh diminta? Dia kan agak sedikit pelit” tanya Young Joon pada Sungmin.
“Sudahlah ambil saja. Dia tidak akan marah kalau saudaramu yang meminta. Dia juga sudah tahu kan kalau hari ini kau akan mengajak saudaramu yang dari Indonesia untuk kemari” jawab Sungmin sambil mengolesi beberapa helai roti. “Hyung! Dia cantik. Kau ini… aku tahu dia bukan saudaramu, kau kan pernah mengatakan itu padaku.”sambung Sungmin lagi.
“Hyuk Jae kemana? Sepertinya aku penasaran ingin melihat ekspresi Jae Soon saat melihat Hyuk Jae. Sungguh aku ingin sekali tertawa saat melihat eksperinya ketika melihatmu tadi hahaha” tawa Young Joon meledek Jae Soon.
Jae Soon yang sedari tadi fokus mendengarkan apa yang Young Joon dan Sungmin bicarakan walau tidak mengerti apa maksudnya. Fokus Jae Soon tiba-tiba teralihkan ketika suara pintu kamar dibuka dan sosok laki-laki yang keluar membuat Jae Soon menegang kembali. Yesung? Yesung oppa? Dia disini juga?? Pikirnya dalam hati. Jae Soon tidak tahu harus berbuat apa dan harus melakukan apa. Jae Soon hanya diam sambil sedikit menunduk.
Sedangkan Yesung yang baru keluar dari kamarnya hanya menatap aneh pada Jae Soon. “Kenapa ada wanita di sini? Siapa yang membawanya?” Pikirnya. Ketika mendengar suara tawa di dapur Yesung langsung menuju dapur dan melihat ternyata ada managernya dan Sungmin yang sedang melakukan sesuatu.
“Sungmin-a, ada gadis! Siapa itu? Beraninya kau membawa gadis sedangkan aku tidak boleh membawa” protes Yesung kepada Sungmin.
“Dia saudaraku yang datang dari Indonesia yang akan kuliah disini. Dia aku ajak karena aku ingin mengajak dia jalan-jalan. Jangan khawatir, dia itu sangat polos dan….. sedikit kagetan kalau melihat kalian semua kkkkk” jawab Young Joon pada Yesung sambil kembali tertawa.
Seteleh lebih dari 10 menit ketiga laki-laki itupun menuju ruang tamu yang diduduki Jae Soon sedari tadi. Jae Soon kembali kaku, tidak tahu harus mengatakan apa dan bertingkah seperti apa.
“Jae-a ini susumu. Rasa strawberry tidak apa-apakan? Hanya ada ini” sahut Young Joon sambil menyerahkan sebuah gelas pada Jae Soon.
Ne oppa gomawo” jawab singkat Jae Soon disertai senyum tipis darinya.
“Wah Hyung! Kau bisa berbicara bahasa? Daebak!” kata Sungmin sedikit kagum pada Young Joon.
“Kau lupa aku mempunyai appa orang Indonesia?” jawab ketus Young Joon pada Sungmin.
Suasana pagi di dorm Super Junior lantai 11 sedikit ramai dengan kedatangan manager mereka dan seorang gadis yang di bawanya.

Lee Hyuk Jae POV
Aku baru selesai mandi, di dalam kamar aku mendengar suara ramai diluar, ruang tamu tepatnya. Ada tamu mungkin? Oya aku lupa kalau akan ada manager hyung yang membawa saudara perempuannya kemari. Untuk apa dia membawa gadis ke dorm ku?  Palingan juga akan sama seperti yang lain, kagum dan minta berfoto. Itulah fans, selalu seperti itu.
Aku sudah selesai bersiap-siap karena hari ini ada latihan koreografi dengan semua member. Saat aku keluar kamar semua orang yang duduk di kursi menoleh padaku. Aku tidak menunjukan ekspresi apapun. Aku melihat ada seorang gadis membelakangi kamarku. Hanya dia yang tidak menoleh.
“Hyung! Aku lapar. Kenapa kau buatkan roti hanya satu?” omelku saat menghampiri Sungmin hyung yang duduk di kursi. Aku duduk agak dekatan disebelah gadis itu. Dia tidak menoleh?
“Kau! Buatlah sendiri. Jangan kau ambil punyaku!” jawab ketus Sungmin hyung. Pelit dasar -___-
“Hyuk Jae kenalkan ini saudara ku yang kemarin aku bicarakan pada kalian” sahut Young Joon hyung.
“Eo?” saat aku menoleh pada gadis yang disebelahku, dia terlihat gugup. Aku hanya tersenyum padanya. Dia hanya menatap tidak membalas senyumku. Mukanya kenapa seperti menahan marah?
“Jae Soon-a… ini yang kau tunggu-tunggu kan?” tegur Young Joon hyung yang sepertinya pada gadis yang bernama Jae Soon itu. Aku tidak mengerti Young Joon hyung ngomong apa karena tidak bicara bahasa Korea.
“aa.. eemm.. ne oppa” jawab gadis itu terlihat gugup sekali.
“Hyung. Kau bicara apa? Bahasa apa barusan itu? Kau pintar juga mempelajari bahasa selain bahasa Korea haha” ledekku pada Young Joon hyung.
“Itu bahasa Indonesia Hyuk Jae. Kau saja yang tidak tahu dan tidak mau belajar” ketus Young Joon hyung.
“Eo? Jadi kamu orang Indonesia? Siapa namamu?” tanyaku pada gadis yang disebelahku.
Gadis itu menoleh pada Jae Min hyung. Berbisik, entah apa yang mereka bicarakan.

Park Jae Soon POV
Ya Tuhan.. apa lagi yang kau hadiahkan pada ku pagi ini? Setelah menegang karena tidak percaya bertemu langsung dengan Sungmin oppa dan Yesung oppa di dorm nya sendiri.
Sekarang Eunhyuk oppa duduk disebelahku dan menatapku seperti itu. Dia itu biasku! Ingin menangis dan berteriak rasanya. Namun kenapa tidak bisa? Aku yakini pasti mukaku saat ini sudah merah karena menahan itu semua.
Ketika sedang menatap muka Eunhyuk oppa. Tiba-tiba Young Joon oppa berbicara pada Eunhyuk oppa, dan jelas aku tidak tahu apa yang ia katakana pada Eunhyuk oppa.
“Jae Soon-a… ini yang kau tunggu-tunggu kan?” sapa Young Joon oppa sambil memegang lenganku.
“aa.. eemm ne oppa” hanya itu yang keluar dari mulutku. Sungguh, bibir dan lidahku tidak mampu untuk berbicara apa-apa. Kaku dan lemas rasanya untuk mengatakan sesuatu.
Dengan tiba-tiba, Eunhyuk oppa menoleh sambil menatap padaku. Sepertinya dia bicara padaku, tapi aku tidak mengerti. Aku menoleh kepada Young Joon oppa mengisyaratkan apa yang dibicarakan Eunhyuk oppa.
“Dia menanyakan namamu dan benarkah kau orang Indonesia?” Tuturnya sambil tersenyum padaku. Aku kemudian terdiam, bingung harus menjawab menggunakan bahasa apa.

Author POV
“Hyung kau sudah seperti translater saja! Haha” Eunhyuk berkata meledek pada Young Joon.
“Diam kau! Dia tanggung jawabku selama berada di Seoul. Dia tidak bisa berbicara bahasa Korea jadi aku harus membantunya. Dan kau jangan mempermainkannya. Dia terlalu polos untukmu” tutur Young Joon yang telihat marah dan memperingati Eunhyuk. Hyuk Jae hanya tertawa mendengar celotehan managernya itu.
“Oya, siapa namamu?” tanya Hyuk Jae yang sekarang terlihat serius menatap Jae Soon.
Ireum? (bahasa Koreanya nama itu ireum)” tanya Jae Soon untuk meyakinkan apa yang ditanyakan Hyuk Jae padanya. Namun Jae Soon tidak menatapnya, dia melihat lurus kedepan, entah apa yang dia lihat.
“Eum.. ne ireum. What’s is your name?” gaya Hyuk Jae sok ke Inggrisan.
“My name is Park Jae Soon. Nice to meet you Eunhyuk oppa. And you guys… nice to meet you” jawab Jae Soon dengan manisnya. Sungmin, Yesung dan Eunhyuk tersenyum melihat senyuman manis yang dimiliki Jae Soon.
Young Joon tertawa geli melihat para member dengan ekspresi seperti orang bodoh itu.
“Can you speak English?” tanya Sungmin pada Jae Soon.
“Yes.. I was studied English language in Indonesia. And sorry I can not speak Korean, too hard to study Korean language” jawab Jae Soon masih dengan senyum manisnya.
3 member itu saling memandang, entah itu pandangan apa, seperti kagum dan seperti tidak mengerti apa yang d ucapkan Jae Soon.
Young Joon kembali tertawa geli melihat ekspresi ke-3 member itu.
Mereka menyadari bahwa Jae Min sedang menertawakan mereka.
“Ya hyung! Apa yang kau tertawakan?” tanya sinis Sungmin. Jae Soon hanya tersenyum melihat ekspresi lucu yang dikeluarkan Sungmin.
“Kalian terlihat seperti orang bodoh! Hahaha” tawa Young Joon semakin menggelegar “Masa iya kalimat yang barusan kalian tidak mengerti?” ledeknya lagi pada 3 member itu.
Semua mata ke-3 member Super Junior itu menatap sinis pada managernya mereka.
“Ah ya.. nice to meet you too..” jawab Hyuk Jae sok ke Inggrisan lagi. Jae Soon hanya tersenyum malu saat di pandang oleh Hyuk Jae.
==========
Suasana pagi itu sangat hangat dengan kedatangan Jae Soon. Walau Jae Soon tidak banyak bicara, namun terkadang dia ikut tertawa geli saat melihat tingkah laku para idola nya itu.
“Oppa… aku ingin ke toilet..” bisik Jae Soon pada Young Joon. Young Joon hanya mengangguk menanggapinya.
“Hyuk Jae-a.. bisakah kau pinjamkan toiletmu untuknya? Dia ingin ke toilet” tanya Young Joon pada Hyuk Jae. Hyuk Jae yang sedari tadi sedang memainkan smartphonenya menoleh pada Young Joon.
“Kenapa harus toiletku?” tanyan Hyuk Jae protes.
“Kau ini! Memangnya ada apa di kamarmu sehingga ada perempuan yang ikut ke toilet mu saja tidak boleh!” jawab Sungmin sedikit curiga pada Hyuk Jae.
“A aniyo.. geure!” jawab ketus Hyuk Jae “Ayo Jae Soon..” ajak Hyuk Jae memandang Jae Soon. Jae Soon memandang ragu Hyuk Jae yang sudah berdiri di pinggirnya. Lalu kemudian Jae Soon mengikuti Hyuk Jae memasuki kamarnya.
Jae Soon kembali memandangi kamar Hyuk Jae kagum. Saat memasuki kamar, Jae Soon melihat rak buku yang dipenuhi buku-buku yang dia tahu itu adalah komik bukan buku. Dia pernah melihat kamar dormnya Hyuk Jae di sebuah reality show.
Hyuk Jae membalikan badannya dan hanya melihat gadis itu.
“Jae Soon-a… here..” tegur Hyuk Jae yang diakhiri ‘here’ karena bingung harus menggunakan bahasa apa.
Jae Soon yang menyadari itu langsung mendekati Hyuk Jae dan masuk ke dalam toilet, lebih tepatnya kamar mandi yang sering digunakan Hyuk Jae.
“Gomawo oppa…” kata Jae Soon sebelum akhirnya masuk dan menutup pintu kamar mandi. Hyuk Jae hanya tersenyum melihat senyuman Jae Soon tadi. Dia sepertinya telah terhipnotis setiap melihat senyuman Jae Soon.
Ya.. Jae Soon memang mempunyai senyum yang sangat manis, dan orang-orang akan merasa teduh jika melihat senyuman itu.
Di dalam kamar mandi, Jae Soon langsung menangis dengan tangan memeluk lututnya. Dia menangis tanpa suara. Dia ingin melampiaskan kesenangan dan teriakan yang sedari tadi dia tahan melalui tangisan.
Sedari tadi dia ingin sekali berteriak saat pertama kali melihat Sungmin, Yesung dan Eunhyuk. Namun entah kenapa dia tidak bisa melakukan itu.
15 menit lebih Jae Soon berada di dalam kamar mandi dengan posisi yang masih sama dengan sebelumnya. Hyuk Jae yang sedari tadi menunggu di atas kasur, menyadari bahwa sudah lebih dari 10 menit Jae Soon di dalam kamar mandi. Lalu dia mendekati pintu kamar mandi dan mengetuknya.
“Jae Soon… gwaenchanayo? Apa perlu sesuatu?” tanya Hyuk Jae sambil mengetuk kamar mandi.
Jae Soon tersentak menyadari suara Hyuk Jae di balik pintu kamar mandinya itu. Dia lalu berdiri dengan terburu-buru.
“Ne oppa..” jawab Jae Soon menanggapi pertanyaan Hyuk Jae yang di yakini sedang menyakannya.
Hyuk Jae yang berada di luar kamar mandi mendengar suara Jae Soon sedikit berbeda, suaranya berat, seperti orang yang habis menangis. Menangis? Kenapa Jae Soon menangis? Pikir Hyuk Jae.
Jae Soon segera membasuh mukanya dengan air, matanya merah dan sembab terlihat jelas kalau dia habis menangis. Dia tidak menggubrisnya, lalu keluar dari kamar mandi. Dia tertunduk ketika keluar kamar mandi sehingga tidak menyadari kalau Hyuk Jae sedang menunggunya dan duduk di atas kasur.
“Ehm…!” Hyuk Jae berdehem membuat Jae Soon kaget.
Jae Soon tiba-tiba berhenti mendengar suara deheman itu yang diyakini itu pasti Hyuk Jae. Jae Soon masih menundukan kepala, tidak mau sampai Hyuk Jae tahu kalau dia sudah menangis.
“Kau kenapa lama sekali? Apa yang yang lakukan didalam sana?” tanya Hyuk Jae pada Jae Soon dengan sedikit tertawa.
Jae Soon semakin menundukan kepalanya. Dia berusaha menahan air matanya lagi. Namun sayang setetes air dari matanya keluar begitu saja, dia menangis lagi. Hyuk Jae melihat tubuh gadis itu bergetar. Hyuk Jae mendelik, menundukan tubuhnya melihat keadaan Jae Soon yang bergetar.
“Jae Soon? Wae?” tanya Hyuk Jae pada Jae Soon yang heran kenapa dia menangis.
Lalu tiba-tiba Jae Soon memeluk tubuh Hyuk Jae yang jarak nya sangat dekat dengannya itu. Hyuk Jae kaget dengan apa yang dilakukan gadis itu terhadapnya.
Jae Soon tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia menangis, menangis keras namun suaranya tidak keluar. Dia sesegukan, tubuhnya bergetar.
“Gomawo.. gomawo oppa.. jeongmal gomawo…” kalimat itu yang keluar dari mulut Jae Soon, walau sedikit tersendat akibat nafasnya namun itu lah yang keluar dari mulut Jae Soon. Dia memeluk erat tubuh Hyuk Jae. Hyuk Jae tersenyum dan membalas pelukan Jae Soon dengan belaian lembut tangannya di punggung Jae Soon. Menenangkan gadis itu.
==========
“Jadi? Kau itu ELF? Jewel? Tck tck…” tanya Sungmin sambil berdecak dan menggelengkan kepalanya.
Jae Soon hanya menunduk malu sambil menyeruput susu strawberry nya yang tadi sempat terganggu dengan kejadian di kamar Hyuk Jae.
Walau mereka berbicara menggunakan bahasa Korea, namun Jae Soon bisa menangkap apa yang dikatakan setiap member kepadanya. Karena memang sebelumnya Jae Soon pernah belajar bahasa Korea selama 3 bulan waktu di Indonesia.
~~~~~~~~~~
Baby baby baby baby uri jeoldae heeojiji malja.. oh my lady lady lady lady naega jeongmal neoreul saranghanda…
Tiba-tiba reff lagu From U dari handphone yang terletak di atas meja itu berbunyi menadakan panggilan seseorang.
“Yeobosaeyo?” Sungmin mengangkatnya. Ternyata handphone yang berbunyi.
“Ne hyung.. kita segera turun” jawab Sungmin pada seseorang yang berada dibalik handphone itu.
“Kaja! Teuki hyung sudah menunggu di bawah bersama yang lainnya dan manager hyung juga” ajak Sungmin pada Yesung dan Eunhyuk. Semua segera bergegas masuk kedalam kamar masing-masing sepertinya mengambil barang-barang yang akan dibawa.
“Hyuk Jae. Kau punya jaket yang tidak di pakai saat ini? Boleh aku meminjamnya? Besok aku kembalikan” tanya Young Joon memasuki kamar Hyuk Jae.
“Eo? Apa itu bukan jaket?” tanya Hyuk Jae menunjuk jarinya ke jaket yang sedang digunakan Young Joon.
“Bukan untuk ku. Tapi untuk Jae Soon.. dia salah kostum hari ini, dia tidak tahu kalau sedingin ini udara Seoul katanya. Dia hanya memakai jaket tipis dan tadi dia kedinginan. Maukah kau meminjamkannya? Besok aku kembalikan” serunya lagi.
Hyuk Jae mengambil sesuatu dari dalam lemarinya. Kemudian memberikan pada Jae Min.
“Kau baik sekali” puji Jae Min pada Hyuk Jae sambil tersenyum. Hyuk Jae hanya mencibir karena dia tau Young Joon sedang meledeknya.
~~~~~~~~~~
Park Jae Soon POV
“Pakailah jaket ini.. setidaknya tidak terlalu kedinginan seperti tadi” tegur Young Joon oppa sambil menyerahkan sebuah jaket padaku.
“Emh.. gomawo oppa” sambutku sambil tersenyum.
“Kau ini… berhentilah tersenyum manis seperti itu” kata Young Joon oppa sambil mengacak rambutku.
“Huh! Memangnya ada yang salah? Aku memang seperti ini mau di apakan lagi?” kataku cemberut menanggapi perkataan Young Joon oppa. Yang benar saja aku tidak boleh tersenyum.
“Kesalahan besar akan segera datang padamu Jae Soon…” senyum lebar yang Young Joon oppa membuatku kesal.
“Ya! Oppaaaaa……..!!!!” teriak ku pada Young Joon oppa lebih mirip seperti anak kecil merengek minta dibelikan sesuatu.
“Hahahahaha….. iya iyaaa….. kau lucu sekali saat sedang merengek” ledeknya lagi. Semakin membuatku kesal saja >_<
Aku benar-benar kesal sama Young Joon oppa! Aku tidak menegur dia setelah dia meledek ku tadi. Aku hanya diam di kursi, lalu kemudian pintu kamar satu-satu membuka, keluar 3 pria tampan yang dari tadi aku tunggu. Yesung oppa, Sungmin oppa juga Eunhyuk oppa. Mereka sepertinya sudah siap untuk pergi. Pergi? Pergi kemana mereka?
“Kaja” seru Young Joon oppa sambil berdiri dan melihat ke arahku. Aku masih terdiam tidak bergerak.
“Ya.. Jae Soon-a.. kau benar marah padaku? Aku hanya bercanda” tanya Young Joon oppa sambil mendekatiku. Aku masih diam sambil menatap sinis padanya. “Araseo araseo… mianhae” tuturnya lagi meminta maaf.
“Oppa jangan seperti itu lagi” tuturku pelan.
Semua mata tertuju pada kami. Sepertinya mereka kebingungan apa yang terjadi dengan kami.
Sumi chage dallyeowa meotjige kkeutnan geudae have a good time oneulmankeum party time…
Tiba-tiba suara ringtone Sexy, Free & Single terdengar nyaring. Aku melihat Eunhyuk oppa merogoh saku celananya. Ternyata suara handphone Eunhyuk oppa berbunyi. Aku hanya tersenyum simpul.
“Ne hyung.. ini sudah mau keluar. Ne arayo… aiii’ng...” jawab Eunhyuk oppa menanggapai seseorang yang berada di balik telepon. Apa dia bilang? “ai’ng?” hahahaha ingin sekali aku tertawa mendengar itu, terlihat sangat lucu wajahnya.
“Kaja. Teuki hyung sepertinya sudah mulai kesal menunggu kita” kata Eunhyuk oppa sambil berjalan menuju pintu. Kami pun mengikutinya. Dia bilang apa? Teuki hyung? Leeteuk oppa? Mungkin kah aku akan menangis lagi?
Saat memasuki lift, Young Joon oppa menekan tombol yang menuju lantai paling bawah tidak sejurus dengan Eunhyuk oppa, Sungmin oppa dan Yesung oppa.
“Kau memarkinkan mobil mu di basement hyung?” tanya Yesung oppa pada Young Joon oppa. Akhirnya aku bisa mendengar Yesung oppa megatakan sesuatu. Sedari tadi dia hanya diam tidak banyak bicara.
“Emh… kita ketemu di tempat latihan” jawab Young Joon oppa.
“Geure.. annyeong Jae Soon-a” jawab Yesung oppa dan kemudian memberi salam padaku sebelum keluar lift. Dia tersenyum padaku, begitu pula Eunhyuk oppa dan Sungmin oppa. Aku hanya membalas mereka dengan senyuman seraya membungkukan badan ku. Senang sekali rasanya. Thanks God!
==========
“Oppa, kita mau kemana?” tanyaku pada Young Joon oppa saat telah berada di dalam mobilnya.
“Ke kantor SM” jawabnya padat dan jelas. Aku hanya membulatkan mulutku membuat bentuk O.
“Kau kenapa tadi menangis dan memeluk Hyuk Jae? Sesenang itukah? Bagaimana jika kau melihat semua member? Apa kau akan menangis dengan kencang?” tanya Young Joon oppa membuatku menunduk karena malu. Kejadian aku menangis sambil memeluk Eunhyuk oppa tadi diketahui oleh orang-orang yang berada didalam dorm.
“Aku hanya bersyukur bisa melihatnya sedekat itu. Di konser, aku berdesak-desakan demi melihat mereka dengan jarak pandang yang tidak terlalu dekat. Namun tadi, seperti mimpi namun terlihat nyata sekali. Aku harus banyak bersyukur pada Tuhan dan berterima kasih padamu oppa. Karena oppa, aku bisa melihat langsung mereka tanpa berdesak-desakan seperti ketika aku menonton konser mereka di Indonesia” tuturku dengan ekspresi haru. Young Joon oppa hanya tersenyum menanggapinya.

Lee Hyuk Jae POV
Aku melamun selama perjalanan menuju SM building tempat latihan. Aku masih heran dengan gadis itu. Tadi dia memeluk ku dengan sangat erat. Dia menangis tapi tidak ada teriakan dari mulutnya, hanya butiran bening yang keluar dari matanya yang semapt membuat basah baju dibagian dadaku karena air matanya.
Kenapa dia menangis? Sesenang itukah ketika melihatku? Tapi kenapa dia tidak melakukan hal yang sama ketika bertemu dengan Sungmin dan Yesung hyung?
“Hyuk Jae-a.. tadi kau apakan gadis itu sampai membuat nya menangis?” tanya Sungmin hyung membangunkan ku dari lamunan.
“Mwo?? Gadis? Gadis siapa?” tanya Donghae menyela perkataan Sungmin hyung. Anak ini selalu saja ingin tahu -____-
“Dia anak dari teman ayah nya Young Joon hyung yang akan berkuliah di Seoul University, dia ingin tahu baik kota Seoul. Young Joon hyung mengajaknya jalan-jalan, namun jalan-jalan yang dimaksud Young Joon hyung bukanlah yang dibayangkan gadis itu” jawab panjang lebar Sungmin hyung “Lucu sekali dia saat aku bukakan pintu dorm tadi pagi. Dia terlihat menegang dan kaget kkkkk” tawanya kegelian.
“Kau sepertinya tahu segalanya tentang gadis itu” tanya Yesung hyung menyelidik Sungmin hyung.
“Young Joon pernah bercerita padaku beberapa hari yang lalu” jawab Sungmin hyung lagi. Aku sedang malas meladeni mereka. Aku masih memikirkan gadis yang tidak seperti gadis biasanya yang sering aku temui, mereka selalu berteriak dan selalu tersenyum lebar ketika melihatku, melihat idola mereka.

Author POV
Selama diperjalan menuju SM building pikiran Hyuk Jae sangat tidak tenang. Dia masih membayangkan gadis yang telah memleuknya secara tiba-tiba dengan disertai air mata itu. Sangat tidak biasa, karena rata-rata fans yang sering dia temui adalah berteriak dan menyerukan namanya. Tapi berbeda dengan gadis itu, Jae Soon.
==========
Di tempat berbeda, didalam mobil Young Joon terlihat Jae Soon sedang melamun. Matanya menghadap ke arah jalan raya. Terlihat kosong.
“Jae Soon… kau tidak apa-apa?” tanya Young Joon khawatir pada Jae Soon.
Jae Soon menoleh pada Youg Joon sambil tersenyum mengisyaratkan bahwa dia tidak apa-apa.
Jae Soon menyadari jaket yang sedari tadi disimpan di atas pangkuannya itu.
“Oppa.. ini jaket siapa?” tanya Jae Soon pada Young Joon.
“Punya Hyuk Jae. Kau tidak memakainya? Tadi pagi kau bilang kedinginan makanya aku pinjamkan” jawab Young Joon.
Jae Soon hanya memandangi jaket itu, kemudian mengambil sesuatu didalam tasnya. Dia mengambil smartphone nya dan mengambil foto sambil memegangi jaket itu. Dia kemudian meng-upload nya ke twitter.
@xxxxxxxjae: I can’t believe it God! Thank you so much… I hope I can see him everyday and everytime.
Tulis Jae Soon di account twitternya.
“Haahh~~”
“Kenapa? Aku kira, jika aku mengajak kau bertemu dengan mereka kau akan senang, tapi sepertinya kau terlihat seperti orang frustasi” tanya Young Joon heran pada Jae Soon.
“Oppa kira aku tidak senang apa? Aku sangat senang, tapi entah kenapa ekspresi ku seperti orang bodoh ketika bertemu mereka” sedih Jae Soon.
“Kau akan terbiasa nanti. Aku akan ajak kau jika kau ada waktu dan kegiatan mereka tidak terlalu sibuk” sambung Young Joon.
“Kau gila apa?! Oppa ingin membuat ku mati perlahan melihat mereka setiap saat dengan jarak pandang yang sangat dekat itu?” sahut Jae Soon yang sedikit emosi.
“Kita lihat saja nanti. Apa kau akan mati perlahan atau akan betah berlama-lama bersama mereka” kekeh Young Joon. Jae Soon tidak meresponya kembali.
==========
-SM building-
25 menit rombongan Super Junior dan Jae Soon tiba di gedung SM Entertainment.  Semua member terlihat masuk satu persatu kedalam gedung terlihat seperti terburu-buru karena udara diluar cukup dingin.
Berbeda dengan Jae Soon, dia berjalan santai dengan jaket tebal yang dipakainya.
“Oppa aku malu. Kenapa orang-orang melihatku seperti itu?” tanya Jae Soon pada Young Joon. Semua orang yang berada di dalam gedung SM itu melihat Jae Soon, pandangan kagum dan heran.
“Kau itu cantik, makanya orang-orang melihatmu” bisik Young Joon pada Jae Soon. Jae Soon lalu menunduk.
“Oppa!” seorang perempuan yang tak kalah cantiknya dengan Jae Soon menghampiri mereka berdua.
“Seu Mi-a… sudah lama?” tanya Young Joon pada perempuan yang bernama Seu Mi itu.
“Tidak terlalu” jawabnya singkat “Ini…. Jae Soon? Park Jae Soon kah? Yang kau sering ceritakan itu?” tanya Seu Mi pada Young Joon.
(yang dicetak miring mereka sedang berbicara bahasa Korea)
“Eum… Jae Soon kenalakan ini Im Seu Mi. Pacar oppa, nae yeoja chingu” kenal Young Joon pada Jae Soon.
“Eo? Benarkah? Cantik sekali…” kagum Jae Soon pada Seu Mi.
“Annyeonghasaeyo eonni… Park Jae Soon imnida, bangapseumnida. You are so beautiful” sapa Jae Soon pada Seu Mi. Seu Mi kagum dengan senyumnya Jae Soon yang terlihat cantik sekali.
“Woah~ Kamu bisa bahasa Korea?” tanya Seu Mi pada Jae Soon.
Jae Soon melirik pada Young Joon, mengisyaratkan untuk mengartikan pa yang dibicarkan Seu Mi.
“Aniyo Seu Mi-a… Dia hanya bisa memperkenalkan diri saja, selanjutkan dia akan menanyakn padaku” jawab Young Joon.
“Benarkah? I’m sorry. Ne bangapseumnida Jae Soon-a. Jae ireumeun Im Seu Mi imnida, you are so beautiful too, your smile so beautiful” sapa Seu Mi pada Jae Soon. Jae Soon hanya tersenyum manis menanggapi itu.
Mereka bertiga terlibat percakapan yang cukup seru di lobby SM building itu. Sehingga tidak menyadari bahwa Young Joon sedang ditunggu oleh para member Super Junior.
Guliver guliver gu gu guliver guliver….
Terdengar suara reff lagu Guliver dari smartphone Young Joon yang sedang dipegangnya.
“Ne? Eum… arraseo” percakapan yang sangat singkat antara Young Joon dengan si penelepon.
“Seu Mi kita harus pergi dulu. Mereka sedang menunggu” Young Joon berkata sangat halus kepada pacarnya.
“Eum… ne oppa. Jae Soon we will meet again” jawab Seu Mi pada Young Joon kemudian menoleh pada Jae Soon dengan senyum yang sangat manis.
“Ne eonni..” jawab Jae Soon dengan senyum yang tak kalah manis.
“Kau hari ini sibuk tidak? Ingin makan siang bersama kami?” tanya Young Joon pada Seu Mi.
“Tidak.. aku hari ini sampai jam 11. Baiklah...” jawab Seu Mi.
Percakapan mereka bertiga pun berakhir. Jae Soon dan Young Joon menuju tangga dan mengarah ke lantai 2. Sedangkan Seu Mi menuju arah yang berlawanan dengan mereka.
Seu Mi bekerja di perusahaan SM Entertainment sebagai make up artist. Namun pekerjaan tidak sesibuk Young Joon.
~~~~~~~~~~
Jae Soon dan Young Joon sudah tiba di lantai 2 dan mereka memasuki sebuah ruangan yang didalamnya terdapat cermin yang sangat luas dan sudah ada laki-laki yang tampan. Itulah yang dipikir Jae Soon sekarang.
Ya, Jae Soon berada di tempat latihannya member Super Junior. Dia terlihat membuntuti Young Joon sambil menunduk malu. Dia terlihat sangat malu dan gugup. Pasalnya, semua ke-9 member Super Junior ada didepan mata Jae Soon. Dia tidak tahu harus berbuat apa, Jae Soon hanya bisa bersembunyi di belakang punggung Young Joon.
“Hyung. Kenapa perempuan itu terus berada dibelakangmu? Kenalkan pada kami” tutur sang Leader, siapa lagi kalau bukan Leeteuk.
Young Joon lalu menghindar dari Jae Soon yang membuat Jae Soon kaget dan wajahnya terlihat sangat merah.
“Dia sangat pemalu. Mohon kalian bisa mengajaknya berkomunikasi, dia tidak bisa berbahasa Korea” tutur Young Joon memberi penjelasan pada member Super Junior. Semua member Super Junior mengangguk.
“Jae Soon mereka ingin berkenalan dengan mu. Kau bisa kan?” Young Joon terlihat sedang berbisik pada Jae Soon. Jae Soon melirik pada Young Joon dan menggeleng, mengisyaratkan bahwa dia tidak bisa melakukannya. Jae Soon terlalu gugup untuk berbicara saat ini.
“Baiklah..” kata Young Joon terlihat kasihan pada Jae Soon.
“Baiklah semuanya. Perkenalkan ini Park Jae Soon. Dia calon mahasiswi baru di Seoul University jurusan Korean Language. Dia berasal dari Indonesia. Ayahku berteman baik dengan ayahnya. Ayah Jae Soon menitipkannya pada ayahku, dan dia akan tinggal di Seoul selama kurang lebih 4 tahun kedepan. Aku disini sebagai penjaganya alias aku aku menjaganya selama dia berada di Seoul. Karena dia tidak bisa berbahasa Korea. Kalian.. mohon bantuannya agar dia cepat bisa beradaptasi dengan orang-orang disini. Dan dia adalah fans berat kalian” Young Joon menjelaskan panjang lebar pada ke-9 member Super Junior itu.
“Eo? Benarkah dia fans kami? Lalu kenapa dia terlihat tidak menyukai moment ini? Bertemu dengan idolanya?” tanya Donghae yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Jae Soon.
“Dia sangat malu dan gugup. Buatlah dia nyaman bersama kalian, karena dia akan selalu aku bawa jika kalian ada jadwal” jawab Young Joon kepada member Super Junior.
“Kau akan mengajaknya setiap kami ada event? Tidak akan apa-apa kah? Soo Man Sajangnim?” tanya Kyuhyun sedikit khawatir dengan di ajaknya Jae Soon bersama mereka.
Itu hal mudah. Kau tahu kan?” tutur Young Joon. Semua member terlihat mengerti.
Young Joon tidak terlalu khawatir dengan mengajak Jae Soon kemanapun dia pergi bersama Super junior. Pasalnya ayah Young Joon, Tak Wu Man mempunyai saham 15% di SM Entertainment, jadi dia tidak akan merasa takut jika Lee Soo Man selaku pemilik perusahaan akan melarangnya membawa Jae Soon. Lee Soo Man dan Tak Wu Man memang menjalin pertemanan sesama pembisnis.
“Cha… kalian sudah mengenalnya kan? Bagaimana cantik kan dia? Kalau saja aku belum punya Seu Mi. Pasti…..”
“Hyung….. aku sudah merekamnya dan akan melaporkan pada Seu Mi nuna” Hyuk Jae memotong perkataan Young Joon sambil menggoyang-goyangkan handphonenya. Mata Young Joon terlihat membesar dengan apa yang dilakukan Hyuk Jae.
“KAU! Yang benar saja. Tidak mungkin aku selingkuh darinya. Aku akan melamarnya tahun depan”
“JINJJA???” semua member Super Junior terlihat syok mendengar penuturan manager mereka. Begitu pula dengan Jae Soon, dia kaget dengan teriakan kompak dari semua member Super Junior.
Young Joon tersenyum lebar melihat reaksi para member Super Junior.
~~~~~~~~~~
Latihan sedang berlangsung. Para member Super Junior terlihat sangat keras berlatih koreografi. Terlihat sangat keren dimata Jae Soon. Dia yang sedari tadi duduk di pojok tembok bersama Young Joon dan manager-manager Super Junior itu terlihat sangat menikmati pertujukan yang disuguhkan oleh Super Junior.
Dia masih tidak bisa percaya apa yang dilihatnya sekarang ini. Terlihat sangat nyata sekali. Mungkin dialah lucky fans yang sangat beruntung dibanding lucky fans yang lainnya.
Super Junior akan melanjutkan konser mereka ke Taipei. Ya, Super Junior sedang melaksanakan latihan untuk persiapan World Tour mereka yang bertajuk Super Show 4 di Taipei, Taiwan pada 2-5 Februari 2012 mendatang, sekitar 2 minggu lagi.
Latihan selesai, mereka terlihat sangat lelah sekali. Jae Soon sangat iba melihatnya. Keringat yang bercucuran dari wajah mereka mengisyaratkan bahwa mereka berlatih sangat keras. Dia teringat bahwa dia pernah mengatakan ingin sekali mengusap keringat mereka dan tersenyum untuk mereka disaat mereka merasa lelah. Jae Soon terseyum tipis mengingat perkataannya itu. Dia ingin sekali mengusap keringat mereka satu-satu, namun dia tidak punya keberanian untuk itu.
Member Super Junior menghampiri tempat dimana Jae Soon dan manager-manager mereka duduk. Jae Soon menunduk menyadari mereka menuju ke arahnya, dia lalu memainkan handphonenya untuk menghilangkan rasa gugup itu.
Dia menulis sesuatu di akun twitternya.
Tweet : I can’t believe. They are in front of me…. What should I do?
Dia juga mengirim mention pada Eunhyuk.
Tweet : @AllRiseSilver :”)
Jae Soon terlihat sangat menikmati smartphonenya sehingga tidak menyadari bahwa seseorang sedang menatapnya. Tidak jauh dari tempat duduk Jae Soon, terlihat Hyuk Jae sedang menatapnya, entah itu tatapan apa yang dilayangkan Hyuk Jae pada Jae Soon.
~~~~~~~~~~
-1.30 pm café near SM building-
Jae Soon, Young Joon, Seu Mi, member Super Junior dan manager-manager Super Junior terlihat sedang menyantap makan siang mereka. Mereka sedang berada di café yang letaknya tidak jauh dengan SM building. Jae Soon memesan beef bulgogi, salah satu makanan Korea yang dia sukai.
“Hyung. Tolong translate-kan pembicaraan kami” Leeteuk memulai pembicaraan di antara mereka. Young Joon menganggung.
“Jae Soon, kau akan kuliah di Seoul University? Kenapa kamu mengambil bahasa Korea?” Leeteuk memandangi Jae Soon. Kagiatan makan Jae Soon terhenti, dia melihat ke arah Leeteuk yang sedang memandanginya. Dia lalu menatap Young Joon.
“Dia bertanya kau kuliah di Seoul University? Kenapa mengambil bahasa Korea?” jelas Young Joon pada Jae Soon.
Jae Soon menatap Leeteuk yang sedang tersenyum menunggu jawaban darinya.
“Iya. Karena aku ingin mengerti kalian, mengerti bahasa kalian dan mengerti budaya kalian. Jika perlu, suatu saat nanti aku sudah sangat mahir berbicara bahasa Korea aku ingin menjadi translater kalian jika kalian mengadakan konser di Indonesia” jelas Jae Soon sambil menunduk memandani piring makan siangnya.
Young Joon kembali mengulang perkataan Jae Soon lalu meyampaikannya kepada Leeteuk deng menggunakan bahasa Korea. Leeteuk terlihat kagum dengan tujuan Jae Soon.
“Kenapa? Kenapa harus kami?” ucap Yesung melirik Jae Soon.
Young Joon kemudian menyampaikan kembali apa yang dikatakan Yesung pada Jae Soon menggunakan bahasa Indonesia.
“Karena kalian telah merubah sebagian hidupku. Kalian adalah insprirasiku. Bukan hanya aku yang berfikir seperti itu. 99% ELF akan mengatakan itu” jelas Jae Soon, yang kemudian di sampaikan lagi oleh Young Joon pada member Super Junior. Begitulah seterusnya. Young Joon seakan-akan menjadi translater bagi Jae Soon juga member Super Junior.
“Begitukah? Apa yang kami perbuat sehingga membuat sebagian hidupmu berubah?” tanya Donghae yang penasaran dengan penuturan Jae Soon.
“Kalian tahu? Sebelum aku mengenal kalian, tepat 3 tahun yang lalu aku sering sakit hati oleh laki-laki. Aku sering menangisi laki-laki tak berguna itu. Namun setelah aku mengenal kalian, tahu tentang kalian, menjadi bagian dari ELF juga bagian dari kalian. Aku seakan tidak akan pernah merasakan sakit hati” tutur Jae Soon terlihat sangat mendalami kata-katanya. Begitu juga member Super Junior.
“Woah~ kami sangat berterima kasih kepada fans kami. Kami juga berterima kasih pada mu” ujar Leeteuk sambil tersenyum pada Jae Soon.
“Kenapa harus berterima kasih oppa? Bukankah aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih pada kalian?”
“Jangan begitu.. jika kau tidak ada, maka kami tidak akan ada. Berkat fans yang mendukung dan selalu mendukung kami” ucap Leeteuk.
Jae Soon tersenyum pada Leeteuk. Dan senyumannya mampu membisukan semua yang ada di meja tersebut. Sangat cantik dan sangat indah dipandang.
Young Joon yang menyadari itu lalu berdehem membuat semua orang sadar kembali.
==========
-1 week later-
Hari ini adalah hari pertama Jae Soon menginjakan kakinya di Seoul University, tempat baru kuliahnya. Dia murid baru disini.
Jae Soon diantar Tak Wu Man juga Tak Young Joon. Tak Wu Man sedang berbibara dengan kepala universitasnya, Jae Soon dan Young Joon berjalan menuju kelas yang ditunjukan oleh pegawai Seoul University itu.
“This is your class” ujar wanita itu pada Jae Soon.
Jae Soon terlihat gugup sekali.
“Jangan terlalu gugup. Tunjukan senyum manis mu itu” Young Joon berusaha menenangkan Jae Soon yang terlihat sanagt gugup memasuki kelas barunya.
“Oppa gomawo.. tolong sampaikan terima kasihku pada om Wu Man”
“Baiklah. Masuklah. Telepon oppa jika sudah selesai eum..” kata Young Joon mengusap kepala Jae Soon. Jae Soon mengangguk lalu memasuki ruangan kelasnya.
Ketika Jae Soon memasuki ruang kelas barunya, semua mata mahasiswa yang berada didalam kelas tertuju pada Jae Soon. Para laki-laki berdecak kagum pada Jae Soon.
“Saudara-saudara kita mempunyai teman baru dari Indonesia. Nona silahkan perkenalkan dirimu” tegur dosen pria pada Jae Soon. Jae Soon mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti apa yang dikatan dosen itu.
“Oh I’m sorry. You can not speak Korean. Please introduce your self” katanya lagi. Jae Soon lalu tersenyum.
Hallo.. My name is Park Jae Soon. I’m from Indonesia, I want to learn Korean language. I need your help you guys. Nice to meet you, thank you” ujar Jae Soon seraya menunjukan senyum manisnya. Semua orang yang berada didalam kelas memandangi Jae Soon kagum, tidak hanya para pria namun juga wanita memandangi Jae Soon kagum dengan kecantikannya.
“Okay Park Jae Soon… you can seat down in there” ucap dosen Kim pada Jae Soon.
“Thank you sir” ujar Jae Soon. Dia menuju ke tempat duduk yang ditunjuk oleh pria paruh baya tersebut.

To be countinue…